Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polisi Bekuk Penembak Pendeta di Lyon

MI
02/11/2020 01:45
Polisi Bekuk Penembak Pendeta di Lyon
(AFP)

OTORITAS Prancis menyampaikan bahwa seorang penyerang bersenjata telah menembaki pendeta Ortodoks Yunani di luar sebuah gereja
di Kota Lyon, Prancis, pada Sabtu (31/10). Pendeta itu ditembak dua kali di dada dari jarak dekat sehingga mengalami luka serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit.

Sumber dari pihak kepolisian mengatakan bahwa korban, Nikolaos Kakavelaki, 52, sedang menutup gerejanya di Lyon pada sore hari ketika dia diserang. Penyerang itu pun kemudian melarikan diri dari tempat kejadian sebelum dibekuk aparat kepolisian.

“Seseorang yang sesuai dengan deskripsi yang diberikan oleh para saksi awal telah ditahan,” kata jaksa penuntut Nicolas Jacquet.

Jacquet mengungkapkan bahwa pada saat penangkapan, tersangka tidak membawa senjata. Motif penyerangan itu pun masih belum
diketahui pasti. 

“Pada tahap ini tidak ada hipotesis yang dikesampingkan atau disukai,” kata Jacquet.


Daftar kekerasan

Penyerangan terbaru itu menambah daftar kekerasan di Prancis setelah pembunuhan tiga orang di sebuah gereja di Nice beberapa hari sebelumnya. Kemudian juga terjadi pemenggalan kepala seorang guru awal bulan ini setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Uskup Agung Ieronymos, kepala gereja Ortodoks Yunani, mengecam aksi serangan di Lyon tersebut. Menurutnya, aksi tersebut
merupakan kengerian yang menentang logika manusia.

“Ekstremis intoleran dan fanatik, fundamentalis kekerasan dan kematian menggunakan agama sebagai peluru yang mengarah pada
inti kebebasan dan terutama kebebasan berkeyakinan orang lain,” katanya kepada wartawan di Athena.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga mengutuk tindakan keji baru-baru ini di Lyon. Dia menambahkan dalam tulisannya di Twitter bahwa di Eropa, kebebasan hati nurani dijamin untuk semua dan harus dihormati, sedangkan kekerasan tidak dapat ditoleransi dan harus dikutuk.

Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli mengatakan Eropa tidak akan pernah tunduk pada kekerasan dan terorisme. (AFP/Van/X-11)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya