Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Inggris kembali Terapkan Lockdown Nasional

Faustinus Nua
02/11/2020 00:50
Inggris kembali Terapkan Lockdown Nasional
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson(AFP)

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson mengambil tindakan tegas pada Sabtu (31/10) saat ia meluncurkan penguncian nasional selama sebulan. Hal itu dilakukan di tengah kekhawatiran akan penundaan pemerintah yang berpotensi menelan korban jiwa lebih banyak dan berdampak pada ekonomi.

Dengan peringatan langsung dari dampak ekonomi yang parah dan reaksi yang meningkat di antara anggota parlemen Tory, PM Johnson mengumumkan bahwa serangkaian tindakan akan mulai berlaku pada Kamis untuk memerangi infeksi covid-19 yang semakin meningkat. Kebijakan itu akan tetap berlaku hingga 2 Desember.

Di bawah langkah-langkah baru, toko dan tempat nonesensial serta pub dan restoran akan ditutup. Sekolah, perguruan tinggi, dan universitas tetap buka.

Masyarakat akan diberi tahu hanya bisa meninggalkan rumah karena alasan tertentu, seperti bekerja jika mereka tidak dapat bekerja dari rumah, berbelanja makanan dan kebutuhan pokok, berolahraga, janji temu medis, atau merawat yang rentan.

Bagi mereka yang rentan dan berusia di atas 60 tahun disarankan untuk berhati-hati dan meminimalkan kontak sosial. Akan tetapi, tidak akan ada permintaan resmi untuk melindungi diri mereka sendiri.

Dalam pembalikan besar lainnya, skema cuti asli dengan negara membayar 80% dari gaji pekerja akan diperpanjang selama durasi penguncian baru.

Para menteri telah menolak perpanjangan skema. Tindakan itu membuat marah para pemimpin daerah yang telah meminta dukungan ekstra selama berminggu-minggu.

Mark Drakeford, Menteri Pertama Welsh, mengatakan Departemen Keuangan telah menolak untuk memperpanjang cuti ketika penguncian Wales dimulai. Pada konferensi pers, PM mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk memberlakukan kembali penguncian nasional karena melihat kematian melonjak pada beberapa ribu orang dalam sehari.

“(Virus) menyebar lebih cepat dari skenario kasus terburuk yang masuk akal dari penasihat ilmiah kami. Risikonya ialah untuk pertama kalinya dalam hidup kita, NHS tidak akan ada untuk kita dan bagi keluarga kita,” ungkapnya.


Kondisi suram

Kepala penasihat ilmiah PM, Patrick Vallance, mengatakan bahwa data tersebut menggambarkan kondisi suram. Kematian selama musim dingin bisa molonjak dua kali lebih buruk.

Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage) pemerintah telah menyerukan periode penguncian singkat lima minggu yang lalu, tetapi ditolak. Pada tahap itu, Inggris rata-rata mengalami 4.964 kasus baru per hari, dengan1.502 pasien covid-19 di rumah sakit dan 28 kematian. Namun, kemarin, ada 21.915 lebih kasus di seluruh Inggris, lebih dari 10.000 pasien covid-19 di rumah sakit dan 326 kematian.

PM Johnson mengatakan dia masih percaya bahwa pendekatan regional merupakan langkah yang tepat. Namun, dia mengatakan pemerintah harus bersiap dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, perlu tindakan lebih lanjut agar tidak menyebabkan NHS kewalahan, mengingat memasuki musim dingin berbagai risiko akan lebih buruk

“Natal tahun ini akan berbeda, mungkin sangat berbeda,” katanya. “Tapi ini adalah harap an tulus saya bahwa dengan mengambil tindakan tegas sekarang, kami dapat memungkinkan keluarga di seluruh negeri untuk bersama.” (TheGuardian/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya