Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pendeta Ortodoks di Prancis Ditembak, Tersangka Ditangkap

Faustinus Nua
01/11/2020 09:35
Pendeta Ortodoks di Prancis Ditembak, Tersangka Ditangkap
Polisi berjaga-jaga di depan gereja ortodox di Lyon, Prancis, tempat seorang pendeta ditembak.(AFP/JEFF PACHOUD)

OTORITAS Prancis menyampaikan seorang penyerang bersenja telah menembak seorang pendeta Ortodoks Yunani di luar sebuah gereja di Kota Lyon, Prancis, Sabtu (31/10). Pendeta itu ditembak dua kali di dada dari jarak dekat sehingga mengalami luka serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit.

Sumber dari pihak kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa korban, Nikolaos Kakavelaki, 52, sedang menutup gerejanya di Lyon pada sore hari ketika dia diserang. Penyerang itu pun kemudian melarikan diri dari tempat kejadian sebelum dibekuk aparat kepolisian

"Seseorang yang sesuai dengan deskripsi yang diberikan para saksi awal telah ditempatkan dalam tahanan kebijakan," kata jaksa penuntut Nicolas Jacquet.

Baca juga: Presiden Prancis Klarifikasi Terkait Karikatur Nabi Muhammad

Jacquet, mengungkapkan, saat ditangkap, tersangka tidak membawa senjata. Motif penyerangan itu pun masih belum diketahui pasti.

"Pada tahap ini, tidak ada hipotesis yang dikesampingkan atau disukai," kata Jacquet.

Penyerangan terbaru itu menambah daftar kekerasan di Prancis setelah pembunuhan tiga orang di dalam sebuah gereja di Nice, Kamis (29/10).

Sebelumnya, juga terjadi pemenggalan kepala seorang guru, pada awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Uskup Agung Ieronymos, kepala gereja Ortodoks Yunani, mengecam aksi serangan tersebut. Menurutnya, aksi tersebut merupakan "kengerian yang menentang logika manusia".

"Ekstremis intoleran dan fanatik, fundamentalis kekerasan dan kematian menggunakan agama sebagai peluru yang mengarah pada inti kebebasan dan terutama kebebasan berkeyakinan orang lain," katanya kepada wartawan di Athena.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengutuk "tindakan keji baru ini di Lyon".

Dia menambahkan dalam cicitan bahwa "di Eropa, kebebasan hati nurani dijamin untuk semua dan harus dihormati, kekerasan tidak dapat ditoleransi dan harus dikutuk".

Presiden Parlemen Uni Eropa David Sassoli mengatakan bahwa "Eropa tidak akan pernah tunduk pada kekerasan dan terorisme". (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya