Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Antibodi Hanya Bertahan Sebentar di OTG Covid-19

Basuki Eka Purnama
27/10/2020 11:22
Antibodi Hanya Bertahan Sebentar di OTG Covid-19
Warga mengenakan masker berjalan di Leigh, Greater Manchester, Inggris.(AFP/OLI SCARFF)

PASIEN covid-19 tanpa gejala (OTG) kehilangan antibodi mereka lebih cepat ketimbang pasien yang menunjukkan gejala. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan pada Selasa (27/10).

Penelitian yang dilakukan Imperial College London dan perusahaan survei Ipsos Mori juga menemukan bahwa kehilangan antibodi berlangsung lebih lambat pada pasien berusia antara 18-24 tahun ketimbang mereka yang berusia di atas 75 tahun.

Secara keseluruhan, sampel dari ratusan ribu orang di Inggris, antara pertengahan Juni dan akhir September, menunjukkan prevalensi kehilangan antibodi covid-19 sebesar lebih dari seperempat.

Baca juga: Protes Pembatasan Baru, Demonstran Italia Bentrok dengan Polisi

Penelitian yang dimodali oleh pemerintah Inggris dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah, Imperial, Selasa (27/10), menunjukkan imunitas terhadap covid-19 berkurang seiring waktu pascainfeksi.

James Bethell, menteri muda kesehatan Inggris, menyebut penelitian itu penting untuk membantu meningkatkan pengertian mengenai antibodi covid-19.

Penelitian itu melibatkan 365 ribu orang dewasa yang dipilih secara acak. Mereka kemudian menjalani tiga kali pemeriksaan antibodi covid-19 antara 20 Juni dan 28 September.

Hasilnya, jumlah orang yang memiliki antibodi menurun sebesar 26,5% dalam periode tiga bulan itu.

Ditingkatkan ke tingkat nasional, itu berarti jumlah populasi Inggris yang memiliki antibodi covid-19 turun dari 6% menjadi 4,4%.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah orang yang memiliki antibodi menurun seiring berjalannya waktu," ujar Helen Ward, salah satu peneliti.

"Kami tidak tahu apakah ini berarti pasien bisa kembali terinfeksi covid-19 namun, yang pasti, penting bagi semua orang untuk terus menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya