Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ARMENIA siap untuk bekerja sama dengan mediator internasional untuk mencapai gencatan senjata atas Azerbaijan. Keduanya memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri, tempat bentrokan sengit meluas hingga hari keenam.
"Armenia siap untuk terlibat dengan Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, yang menjadi ketua bersama kelompok mediator OSCE untuk membangun kembali rezim gencatan senjata," ujar Kementerian Luar Negeri Armenia dalam sebuah pernyataan, Jumat (2/10).
Namun, pernyataan itu menambahkan agresi terhadap Nagorno-Karabakh akan terus menerima respons yang kuat dan tegas.
Seruan negosiasi terjadi setelah pejabat etnis Armenia di wilayah Nargorno-Karabakh yang memisahkan diri melaporkan 54 korban militer lain di antara pasukan yang didukung Armenia. Ini menjadikan korban tewas menjadi 158 tentara.
Azerbaijan belum melaporkan adanya korban militer tetapi mengatakan 19 warga sipil tewas oleh tembakan Armenia.
Meskipun pernyataan Armenia menandai awal dialog dapat dilakukan, Menteri Luar Negeri Turki, pendukung utama Azerbaijan, mengatakan agar Baku menyetujui gencatan senjata, Armenia harus menarik pasukannya dari wilayah yang mereka duduki.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan mitranya dari Italia, Luigi Di Maio, Menlu Mevlut Cavusoglu mengatakan kebuntuan mendorong Armenia untuk menyerang dan secara ilegal menempatkan orang-orang Armenia ke wilayah negara lain.
"Jika komunitas internasional ingin melakukan sesuatu tentang Nagorno-Karabakh, mereka harus membuat Armenia segera meninggalkan tanah Azerbaijan," kata Cavusoglu, menambahkan Turki akan mendukung upaya apa pun ke arah itu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam Turki karena laporan intelijen menunjukkan 300 pejuang dari Suriah telah melewati Turki dalam perjalanan ke Azerbaijan. Laporan itu telah dibantah oleh Ankara.
"Garis merah telah dilintasi," kata pemimpin Prancis, menambahkan negaranya menuntut penjelasan.
Dalam seruan bersama pada Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Donald Trump, dan Macron mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke negosiasi untuk menyelesaikan sengketa teritorial lama mereka.
Rusia juga mengindikasikan pihaknya membuat kemajuan dalam upaya diplomatik dengan Turki. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan mitranya Cavusoglu mengatakan mereka siap untuk 'koordinasi erat' untuk menstabilkan situasi. (Al Jazeera/OL-14)
Simak kronologi lengkap serangan drone di Bandara Internasional Nakhchivan Azerbaijan (5 Maret 2026) yang memicu ketegangan tinggi di wilayah Kaukasus.
IRAN menyebut bahwa Israel di balik serangan drone terhadap Azerbaijan. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan Israel memiliki riwayat melakukan operasi semacam itu untuk timbulkan perpecahan
Menlu Iran Abbas Araghchi bantah serang Azerbaijan. Ia tuding Israel dalangi serangan drone di Bandara Nakhchivan untuk merusak hubungan Teheran dengan tetangga.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
Azerbaijan kecam serangan drone Iran yang hantam Bandara Internasional Nakhchivan. Dua orang terluka dalam serangan ke fasilitas sipil tersebut. Baku ancam balas dendam.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved