Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Rabu (9/9), mengatakan ada 'kemungkinan nyata' aksi peracun pengkritik Kremlin Alexei Navalny diperintahkan para pejabat senior Rusia.
"Ada kemungkinan nyata bahwa ini sebenarnya datang dari para pejabat senior Rusia," kata Pompeo kepada program radio Ben Shapiro, menurut transkrip yang disiarkan Departemen Luar Negeri AS.
Pompeo mengatakan AS sedang mengevaluasi bagaimana negara itu akan merespons.
Baca juga: New York Izinkan Warga Makan di Restoran Mulai 30 September
"Kami akan memastikan kami melakukan tanggung jawab kami untuk mengerjakan apa pun yang bisa kami lakukan untuk mengurangi terulangnya
kejadian seperti ini," katanya.
Navalny, yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit Berlin, diterbangkan ke Jerman setelah jatuh sakit dalam satu penerbangan domestik di Rusia, bulan lalu.
Jerman mengatakan Navalny diracun dengan Novichok, racun syaraf yang dikembangkan Uni Soviet dalam usaha membunuhnya. Rusia mengatakan tidak melihat bukti bahwa Navalny diracun.
"Saya pikir dunia sudah matang dan paham bahwa ini bukan cara negara-negara normal beroperasi dan ini akan menimbulkan banyak masalah
bagi rakyat Rusia," kata Pompeo.
Para menlu negara Kelompok Tujuh (G7), Selasa (8/9), mengeluarkan pernyataan yang mengecam peracunan yang terkonfirmasi terhadap Navalny. (Ant/OL-1)
Sumber diplomatik juga menyebutkan bahwa perbedaan pandangan tidak hanya terjadi di antara anggota tetap, tetapi juga di antara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Tahun ini, Moscow Fashion Week bukan sekadar pameran gaya, melainkan manifestasi dari pergeseran industri mode yang kini lebih menonjolkan identitas budaya.
Namun, dirinya menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.
Militer Ukraina sebut kerugian personel Rusia capai 1,29 juta jiwa per Maret 2026. Analis independen CSIS perkirakan rasio korban Rusia banding Ukraina capai 2,5 banding 1.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved