Jumat 07 Agustus 2020, 06:44 WIB

WHO Tegaskan Monopoli Vaksin Tak Membantu Pemulihan Global

Faustinus Nua | Internasional
WHO Tegaskan Monopoli Vaksin Tak Membantu Pemulihan Global

Fabrice COFFRINI/POOL/AFP
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus

 

DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa memonopoli atau nasionalisme vaksin tidak akan membantu pemulihan kerusakan global akibat pandemi covid-19. Pasalnya, pandemi dialami hampir semua negara dan memiliki ketergantungan satu sama lain.

"Nasionalisme vaksin tidak baik, itu tidak akan membantu kita," kata Tedros dalam diskusi panel online dengan anggota Forum Keamanan Aspen di AS pada Kamis (6/8), seperti dilansir CNA.

Tedros mengkritik persaingan sejumlah negara untuk menciptakan vaksin efektif dan memesan sebanyak mungkin dosisnya terlebih dahulu. Perlombaan internasional seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dan justru mengkhawatirkan. Menurutnya, pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa berlangsung lebih cepat jika vaksin covid-19 tersedia untuk semua orang sebagai barang publik. Hal itu akan membantu semua negara termasuk negara miskin untuk sama-sama bangkit.

"Berbagi vaksin atau berbagi alat lain sebenarnya membantu dunia untuk pulih bersama. Pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dan kerusakan akibat covid-19 bisa berkurang," ungkap Tedros.

Dia menambahkan bahwa virus korona adalah darurat kesehatan terbesar sejak awal abad ke-20. Solidaritas global merupakan upaya yang penting untuk mengakhiri pandemi ini.

"Kita harus memanfaatkan momen ini untuk bersatu dalam persatuan nasional dan solidaritas global untuk mengendalikan covid-19. Tidak ada negara yang aman sampai kita semua aman," tegasnya.\

baca juga: India Laporkan 904 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 

Sebagai informasi, sejumlah negara kaya seperti AS, Inggris dan Jepang telah melakukan investasi besar-besaran dalam pengembangan vaksin. AS bahkan telah memesan dosis yang banyak untuk warganya. Sementara, Tiongkok berencana untuk menyediakan vaksin kepada publik global. Negara Tirai Bambu itu ingin memperkuat posisinya di dunia internasional dengan membantu negara-negara miskin.(OL-3)
 

Baca Juga

AFP

Cegah Serangan Internal, Ribuan Pasukan Garda Nasional Diperiksa

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Januari 2021, 15:06 WIB
Upaya itu dilakukan FBI jelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden. Ancaman serangan orang dalam menyusul aksi protes pro-Trump, yang...
EON HEON-KYUN / POOL / AFP

Moon Jae-in Minta Joe Biden Lanjutkan Pembicaraan AS-Korea Utara

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 13:46 WIB
Joe Biden diminta mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara untuk membangun kemajuan yang telah dibuat oleh Presiden Donald Trump dan...
Dok.Ist

Dubes RI di Jepang Dukung Giat Forum Bisnis Baru Bersama

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 12:50 WIB
Selanjutnya mereka diharapkan kembali ke Indonesia dengan keberhasilan membawa ilmu pengetahuan serta modal dari kerja di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya