Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG pemilihan umum Singapura atau general election (GE2020) yang akan diselenggarakan Jumat (10/7) besok, Panitia Pemilihan Umum Singapura menyiapkan protokol covid-19 yang super ketat.
Tidak seperti pemilihan sebelumnya, panitia harus menerapkan langkah-langkah tambahan untuk memastikan jarak tetap aman dan kebersihan terjaga, mengingat sekitar 2,65 juta pemilih akan berpartisipasi di tengah pandemi ini. 1.100 tempat pemungutan suara pun disiapkan.
Baca juga: Meski Ada Covid-19, Clubing Jalan Terus di Singapura
Dikutip The Straits Times, panitia menyiapkan pemeriksaan suhu tubuh bagi pemilih. Selain itu diberi tanda-tanda khusus untuk menjaga jarak 1 meter, hand sanitizer, dan juga sarung tangan. Pemilih pun diwajibkan mengenakan masker.
Sebelumnya, untuk menjaga pemilihan di tengah covid-19 berlangsung aman, mereka telah menambah tempat pemungutan suara yang semula berjumlah 880 menjadi 1.100. Sehingga setiap tempat pemungutan suara melayani rata-rata 2.400 pemilih dari semula 3.000 pemilih.
Selain pemeriksaan suhu, ditempatkan penanda di lantai untuk memastikan pemilih menjaga jarak 1 meter satu sama lain. Disinfektan pembersih tangan dan sarung tangan sekali pakai juga akan tersedia.
Baca juga: Singapura Karantina 524 Orang terkait Virus Korona
"Kita harus membiasakan diri dengan tindakan pencegahan baru yang diberlakukan karena covid-19, seperti pemakaian sarung tangan dan masker. Tetapi dengan pelatihan, saya tahu apa yang diharapkan dan saya yakin kami bisa melakukan pekerjaan dengan baik," kata Ramli salah seorang panitia pemilihan.
Bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius akan dipisahkan dengan pemilih lain. Mereka akan mengikuti pemilihan di waktu terpisah pada pukul 19.00 dan 20.00. (Van/TST/A-3)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved