Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Kesigapan Tiongkok dalam menangani covid-19 menjadikan negara-negara di seluruh dunia meniru langkahnya, yakni mendirikan pabrik untuk memproduksi alat pelindung diri (APD), alat tes, dan peralatan lain untuk memerangi korona. Pasalnya, Tiongkok menjadi garda terdepan dan berpotensi memonopoli suplai peralatan-peralatan ini.
Pemerintah Tiongkok memberikan dukungan yang kuat terhadap pabrik-pabrik tersebut sehingga berpeluang mendominasi pasar saat pandemi masih berlangsung dan jika terjadi wabah serupa di masa mendatang, seperti dilansir dari The New York Times.
Pemilik pabrik mendapatkan tanah murah milik Pemerintah Tiongkok. Pinjaman dan subsidi berlimpah. Rumah sakit Tiongkok didorong membeli pasokan dari lokal, sehingga pemasok setempat mempunya pasar yang tetap dan luas.
Jika vaksin korona muncul, permintaan APD dan peralatan sejenis akan turun drastis. Pabrik-pabrik akan tutup. Tetapi biaya produksi perusahaan-perusahaan Tiongkok tergolong rendah sehingga menempatkannya pada di posisi paling siap untuk wabah global berikutnya.
"Tiongkok telah berhasil membuat dominasi peralatan perlindungan pribadi global dengan komando dan kendali rantai pasokan," kata Omar Allam, mantan pejabat perdagangan Kanada yang berusaha membangun produksi respirator medis N95 yang diminati di negaranya.
Baca juga: Ratusan Ilmuwan Sebut Covid-19 Ditularkan Lewat Udara
Cengkeraman Tiongkok di pasar adalah bukti dari upayanya untuk mendominasii mesin industri global.
Selama bertahun-tahun, para pemimpin Tiongkok khawatir bahwa negara itu terlalu bergantung pada sumber asing untuk semua hal, mulai dari kebutuhan medis, microchip hingga pesawat terbang.
Pemerintah pun menggunakan subsidi dan insentif lain agar pengusaha lokal membangun sektor penting seperti pembangkit tenaga listrik di industri-industri penting.
Ketika para pemimpin Cina mulai khawatir tentang polusi dan ketergantungan pada minyak asing, misalnya, mereka membantu pembuat panel surya lokal, turbin angin, dan peralatan kereta api berkecepatan tinggi agar dapat berkompetisi. Mereka telah mengambil langkah serupa untuk mendominasi industri di masa depan, seperti generasi terbaru transmisi data nirkabel, atau 5G.
Keterlibatan besar negara dalam ekonominya telah menyebabkan pemborosan dan korupsi yang dapat memperlambat pertumbuhan China. Tetapi kebijakan tersebut sering kali terbukti efektif dalam membangun industri yang dapat bersaing dengan industri asing.
Kemungkinan, Pemerintah Tiongkok juga melakukan hal yang sama untuk pasokan medis.
"Akan ada konsolidasi besar-besaran setelah epidemi," kata Howard Yu, seorang profesor manajemen dan inovasi di Institute for Management Development, sebuah sekolah bisnis di Swiss. "Ini akan menjadi dinamika yang persis sama dengan energi hijau, 5G, dan rel berkecepatan tinggi."
Sebelum pandemi, Tiongkok sudah mengekspor lebih banyak respirator, masker bedah, kaca mata medis, dan pakaian pelindung daripada gabungan seluruh dunia, demikian estimasi Peterson Institute for International Economics.
Respons Beijing atas pandemi semakin memperdalam dominasi itu. Pandemi meningkatkan produksi masker hampir 12 kali lipat pada bulan Februari. Sekarang, produksi dapat menghasilkan 150 ton per hari dari kain khusus yang digunakan untuk masker, kata Bob McIlvaine, yang menjalankan sebuah perusahaan riset dan konsultan senama di Northfield, Illinois.
Jumlah tersebut adalah lima kali lipat apa yang dapat dibuat Tiongkok sebelum wabah, dan 15 kali output perusahaan AS bahkan setelah mereka menggenjot produksinya musim semi ini.
Perusahaan-perusahaan Amerika enggan melakukan investasi besar dalam pembuatan kain karena mereka khawatir permintaan masker akan bersifat sementara. Tetapi negara bagian Texas pekan lalu mewajibkan warganya memakai masker di tempat-tempat umum.
"Adalah kesalahan besar untuk mengasumsikan bahwa pasar akan menghilang," kata McIlvaine.
Ma Zhaoxu, wakil menteri urusan luar negeri, mengatakan bahwa mulai Maret hingga Mei, Tiongkok mengekspor 70,6 miliar masker. Seluruh dunia menghasilkan sekitar 20 miliar sepanjang tahun lalu, separuhnya berasal dari Tiongkok.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai penutupan atau tersendatnya lalu lintas di Selat Hormuz merupakan guncangan yang cepat menular ke rantai pasok petrokimia global.
Kehadiran generasi muda dengan literasi teknologi tinggi dipandang sebagai faktor penentu daya saing industri nasional.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved