Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Rekor Kasus Covid-19 kembali Muncul di AS

MI
04/7/2020 00:35
Rekor Kasus Covid-19 kembali Muncul di AS
Rekor Kasus Covid-19 kembali Muncul di AS(AFP)

AMERIKA Serikat kemarin kembali membukukan rekor 53.000 kasus baru virus korona dalam sehari. Dalam dua hari berturut-turut kasus baru di AS menyentuh angka 50.000.

Dengan penambahan tersebut, hingga kini AS menjadi pusat pandemi di dunia. Negara ini telah mencatat 129.000 kematian dari sekitar 2,7 juta kasus infeksi dan diprediksi akan melonjak menjadi 3 juta di minggu depan.

Florida kini menjadi fokus para ahli kesehatan mengingat wilayah itu mencatat kasus tertinggi di AS. Jumlahnya di Florida mencapai 169.000 dan diprediksi akan terus me lonjak. Di Texas, lebih dari 2.500 korban kematian terjadi akibat pandemi tersebut.

Gubernur Greg Abbot pun mengumumkan kewajiban mengenakan masker di daerah tersebut dan melarang pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 10 orang. Hal itu diterapkan setelah terjadi lonjakan kasus di Texas yang mencapai 8.000 kasus baru.

Sejauh ini, negara-negara bagian yang sempat kembali membuka aktivitas ekonominya, sudah menjadi wilayah dengan lonjakan kasus covid-19 tertinggi. Mereka dikecam karena di nilai telah mengabaikan saran dari otoritas kesehatan federal.


Membaik di Eropa

Situasi di Eropa saat ini justru kebalikannya dari AS. Kasus baru covid-19 di Eropa terus melambat. Uni Eropa sudah kembali membuka perbatasannya untuk warga dari 15 negara meski masih melarang masuknya warga dari negara-negara dengan penyebaran covid-19 tertinggi, seperti AS, Brasil, dan Rusia.

Di Inggris, pemerintah kemarin mengumumkan untuk melonggarkan karantina. Pendatang dari Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia tidak lagi diminta untuk mengisolasi diri mulai 10 Juli mendatang. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa gelombang pandemi dikhawatirkan akan semakin merebak. Kepala WHO, Tedros Adhanom, mengatakan kasus baru diperkirakan bisa mencapai160.000 dalam sehari. (AFP/Van/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya