Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
JOE Biden, calon kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Senin (25/5), muncul di muka publik untuk pertama kalinya dalam tempo dua bulan. Dia mengenakan masker berwarna hitam saat meletakkan karangan bunga untuk mengenang para korban perang.
Biden terakhir kali muncul di muka publik pada 15 Maret saat dia berhadapan dengan Bernie Sanders dalam debat yang digelar di sebuah studio televisi tanpa penonton.
"Rasanya menyenangkan bisa ke luar rumah," ujar pria berusia 77 tahun yang menjalanan isolasi di kediamannya di Wilmington, Delaware, mematuhi aturan yang ditetapkan untuk melindungi warga senior dan mencegah penyebaran covid-19.
Baca juga: Trump Bekukan Perjalanan dari Brasil
Menurut Biden, dirinya dan sang istri hanya ke luar rumah untuk berjalan kaki atau naik sepeda sejak pertengahan Maret.
"Terima kasih atas pengorbanan kalian," ujar Biden saat meletakkan akrangan bunga di Veterans Memorial Park di New Castle, Delaware.
Biden mengenakan masker yang menutupi mulut dan hidungnya, berbeda dari Presiden AS Donald Trump yang selalu menolak menggunakan masker saat berada di ruang publik. (AFP/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved