Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMATIAN akibat penyakit yang bisa dicegah pada anak berusia di bawah lima tahun bisa meningkat hingga hampir 45% selama enam bulan ke depan setelah pandemi covid-19 mengalihkan sumber daya kesehatan di negara berkembang. Hal itu diungkapkan dalam sebuah laporan PBB, Selasa (12/5).
Negara miskin di Afrika, Asia, dan Amerika Latih bisa melihat 1,2 juta kematian anak pada periode itu ungkap penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet Global Health.
Sekitar 56.799 kematian ibu juga bisa terjadi di enam bulan tersebut, di luar 144 ribu kematian yang telah terjadi di 118 negara yang sama, atau naik sebanyak 40%.
Baca juga: Covid-19 Telah Tiba di Brasil pada Awal Februari
Kesimpulan itu didapat menggunakan sebuah model komputer yang menghitung dampak dari pengurangan dana untuk perencanaan keluarga, perawatan antenatal dan postnatal, melahirkan, vaksinasi, pencegahan, serta pengobatan penyakit.
"Berdasarkan skenario terburuk, angka kematian anak di bawah lima tahun di dunia busa meningkat untuk pertama kali dalam beberapa dekade terakhir," ujar Direktur Eksekutif UNCCEF Henrietta Fore.
"Kita tidak boleh membiarkan ibu dan anak menjadi korban dari perang melawan covid-19. Kita juga tidak boleh membiarkan perkembangan selama puluhan tahun menekan angka kematian ibu dan anak hilang begitu saja," imbuhnya.
Penambahan terbanyak kematian anak terjadi akibat kurang gizi dan pemangkasan pengobatan sepsis neonatal dan penumonia.
Penelitian itu menemukan 10 negara yang terancam mengalami peningkatan kematian anak adalah Bangladesh, Brasil, Republik Demokrasi Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, Uganda, dan Tanzania.
UNICEF mengaku sangat khawatir dengan efek lanjutan dari pandemi covid-19. Salah satunya adalah puluhan ribu anak tidak mendapatkan vaksinasi campak dan sekitar 370 ribu anak yang biasanya mengandalkan makanan dari sekolah tidak lagi mendapatkannya. (AFP/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved