Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR penyakit menular Amerika Serikat (AS), Selasa (12/5), memperingatkan Kongres AS bahwa mengakhiri lockdown terlalu cepat bisa memicu wabah covid-19 baru yang tidak terkendali.
Dalam penampilan perdananya di Capitol Hill dalam tempo dua bulan, Anhony Fauci mengirimkan peringatan yang bertentangan dengan keinginan Donald Trump yang mendesak agar lockdown segera dibuka untuk membangkitkan perekonomian.
Ilmuwan itu, di hadapan panel Senat AS, mengatakan bahwa pemerintah federal telah menyusun petunjuk mengenai bagaimana cara yang aman membuka lockdown, dengan penurunan kasus selama 14 hari berturut-turut sebagai langkah awal.
Baca juga: Staf Terinfeksi Covid-19, Pence Putuskan Jaga Jarak dari Trump
"Jika komunitas atau negara bagian tidak menuruti petunjuk itu dan membuka lockdown, konsekuensinya bisa sangat serius," ujar Fauci.
"Ada risiko Anda bisa memicu wabah yang sama sekali tidak bisa Anda kendalikan," lanjutnya sembari menambahkan bahwa keputusan itu bukan hanya bisa menyebabkan korban jiwa namun membuat perekonomian gagal bangkit.
Menjawab pertanyaan Senator Bernie Sanders, Fauci mengakui angka kematian akibat covid-19 di AS kemungkina lebih banyak dari angka resmi yaitu sekitar 80 ribu.
Hal itu, lanjutnya, karena banyak orang, terutama di New York, meninggal di rumah sebelum sempat dirawat di rumah sakit. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved