Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI ada kantong-kantong protes yang menarik perhatian, survei terbaru menemukan sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) tetap sangat mendukung perintah tinggal di rumah dan upaya lain untuk memperlambat penyebaran virus korona baru (covid-19).
Mayoritas mengatakan situasi tidak aman jika menghapus pembatasan terlalu dini, bahkan ketika beberapa gubernur negara bagian mengumumkan rencana melonggarkan upaya kesehatan masyarakat yang telah mengubah kehidupan sehari-hari dan mengacaukan ekonomi global.
Survei baru oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research menemukan lebih dari sebulan setelah halaman sekolah menjadi sunyi, meja restoran dan kursi bar dikosongkan, orang-orang di AS sebagian besar percaya pembatasan interaksi sosial untuk mengekang penyebaran virus patut atau pantas dilakukan.
Baca juga: Draft Resolusi Covid-19 Diserahkan ke DK PBB
Hanya 12% orang AS yang mengatakan langkah-langkah pembatasan bergerak terlalu berlebihan.
Bahkan kira-kira dua kali lebih banyak warga, 26%, percaya levelnya tidak cukup jauh. Mayoritas warga AS--61%--merasakan langkah-langkah yang diambil pejabat pemerintah untuk mencegah infeksi covid-19 di daerah mereka sudah tepat.
"Kita belum mulai meratakan kurva. Kita masih meningkatkan dalam jumlah kasus dan jumlah kematian," kata Laura McCullough, 47, seorang profesor fisika perguruan tinggi dari Menomonie, Wisconsin.
"Kita masih belajar tentang apa yang bisa dilakukan, dan jika kita masih belajar tentang apa yang bisa dilakukan, ini bukan saatnya untuk membiarkan orang keluar dan kembali ke kehidupan mereka," imbuhnya.
Sementara jajak pendapat mengungkapkan perasaan di balik protes yang terjadi di Michigan, Ohio, Pennsylvania dan Wisconsin hanya didukung oleh sebagian kecil warga AS. Survei ini menemukan tanda-tanda kaum Republik, seperti Presiden Donald Trump, menjadi lebih yakin dengan langkah pembukaan kembali aspek kehidupan publik.
Hanya 36% dari Republikan sekarang mengatakan mereka sangat mendukung keharusan warga AS untuk tinggal di rumah selama wabah, dibandingkan dengan 51% yang mengatakan demikian pada akhir Maret.
"Langkah-langkah itu dihapus, tetapi masih akan ada orang sakit berlarian," kata Lynn Sanchez, 66, seorang Demokrat dan pensiunan manajer toko serba ada dari Jacksonville, Texas, tempat Gubernur Greg Abbott telah membuka kembali taman-taman negara dan berencana mengumumkan relaksasi lebih lanjut minggu depan.
"Dan kita akan mengalami pandemi lagi," tegasnya memperingatkan. (AL Jazeera/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved