Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Autopsi Buktikan Covid-19 Masuk AS pada Januari

Basuki Eka Purnama
23/4/2020 06:40
Autopsi Buktikan Covid-19 Masuk AS pada Januari
Seorang calon penumpang berjalan di dalam Banda Internasional Newark Liberty, New Jersey, Amerika Serikat.(AFP/Johannes EISELE)

DUA orang yang meninggal di California, Amerika Serikat (AS), pada awal dan pertengahan Februari, beberapa pekan sebelum kasus covid-19 pertama dilaporkan di 'Negeri Paman Sam' itu, meninggal karena virus korona. Hal itu terungkap setelah dilakukan autopsi.

Kematian yang terjadi pada 6 Februari dan 17 Februari itu mendorong mundur timeline masuknya covid-19 ke AS.

Karena diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh virus itu untuk membunuh manusia, penyakit itu diduga telah menyebar di AS pada awal atau pertengahan Januari.

Baca juga: Gelombang Kedua Covid-19 di AS Diramalkan Lebih Mematikan

Hal itu juga berarti angka kematian akibat covid-19 di AS yang telah melebihi 45 ribu orang masih di bawah jumlah angka yang sebenarnya.

"Model penyebaran epidemi di AS harus diperbaiki dengan mempertimbangkan tanggal yang lebih awal," ujar Jay Bahttacharya, dosen kedokteran di Stanford University.

"Hal ini berarti model baru itu akan memprediksi angka yang lebih besar dari kasus covid-19 di AS ketimbang yang ada saat ini. Seberapa besar hal ini akan mempengaruhi ramalan wabah di AS masih harus diperiksa lebih lanjut," imbuhnya.

Korban tewas pertama akibat covid-19 di AS disebut pada 26 Februari di Negara Bagian Washington yaitu seorang pria berusia 30-an tahun yang baru kembali dari Wuhan. Pria itu melaporkan diri kepada otoritas setelah mengalami gejala covid-19.

Sara Cody, petugas kesehatan di Santa Clara County, tempat dilakukannya autopsi baru itu, mengatakan kepada Washington Post bahwa tidak diketahui bagaimana kedua orang itu tertular covid-19 karena tidak ada data mereka melakukan perjalanan ke luar negeri.

Bukti baru itu memperkuat dugaan bahwa covid-19 telah menyebar di AS saat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) meyakinkan warga 'Negeri Paman Sam' bahwa ancaman virus korona di negara itu rendah. (AFP/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik