Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG kedua covid-19 di Amerika Serikat (AS) bisa lebih mematikan ketimbang yang pertama. Hal itu diungkapkan pejabat tinggi kesehatan 'Negeri Paman Sam' itu.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield mengatakan bahayanya lebih tinggi karena wabah baru kemungkinan akan bertepatan dengan musim flu.
“Itu akan memberikan ketegangan yang tidak terbayangkan pada sistem perawatan kesehatan AS,” ujarnya.
Baca juga: 9 WNI di Amerika Serikat Meninggal Dunia Karena Covid-19
AS telah menderita lebih dari 800 ribu kasus covid-19--tertinggi di dunia.
Lebih dari 45 ribu orang sejauh ini meninggal karena covid-19 di seluruh AS, menurut penghitungan Johns Hopkins University.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Redfield mengatakan, "Ada kemungkinan serangan virus di AS pada musim dingin mendatang akan benar-benar lebih sulit daripada yang baru saja kita lalui."
Dia mendesak para pejabat di AS untuk mempersiapkan segala kemungkinan menghadapi wabah flu dan virus korona pada saat yang sama.
Peringatannya datang ketika beberapa negara bagian AS bergerak melonggarkan lockdown. (BBC/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved