Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kontroversi WIV dan Teori Konspirasi Covid-19

Widhoroso
18/4/2020 01:35
Kontroversi WIV dan Teori Konspirasi Covid-19
Foto Wuhan Institute of Virology di Wuhan, Tiongkok yang diambil Jumat (17/4).(AFP/HECTOR RETAMAL )

SEBUAH laboratorium yang menerapkan keamaman super ketat di kawasan perbukitan Wuhan, Tiongkok, saat ini menjadi perhatian. Dari Wuhan Institute of Virology (WIV) inilah, diduga virus korona baru (Covid-19) yang kini telah menyebar ke seluruh dunia, berasal.

Para ilmuwan Tiongkok sebelumya menyatakan Covid-19 kemungkinan berpindah dari hewan ke manusia di pasar yang menjual satwa liar di Wuhan, wilayah pertama kali kasus Covid-19 ditemukan. Tetapi keberadaan laboratorium di pinggiran kota tersebut memicu teori konspirasi bahwa virus mematikan ini menyebar dari fasilitas tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyatakan Amerika Serikat akan melakukan penyelidikan penuh tentang bagaimana virus tersebut 'keluar ke dunia'.

WIV merupakan merupakan bank virus terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 1.500 jenis virus. Kompleks ini dilengkapi laboratorium keamanan maksimum pertama di Asia untuk menangani patogen Kelas 4 (P4), virus berbahaya yang berisiko tinggi penularan dari orang ke orang, seperti Ebola.

Laboratorium senilai US$42 juta mulai dibangun pada 2015 dan akhirnya dibuka pada 2018. Pendiri perusahaan bioindustri Prancis, Alain Merieux, bertindak sebagai konsultan dalam pembangunannya.

Berbagai teori konspirasi tentang dugaan asal virus korona di laboratorium WIV telah berkembang. Namun WIV menolak tudingan tersebut dan tetapi merilis pernyataan mereka pada Februari lalu.

Dalam pernyataannya WIV menyebut menerima sampel virus yang tidak diketahui pada 30 Desember 2019 dan menentukan urutan genom virus pada 2 Januari. Mereka kemudian mengirimkan informasi tentang patogen itu ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Januari 2010.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian Jumat (17/4) menolak tuduhan bahwa laboratorium dui WIV bertanggung jawab atas wabah Covd-19. "Seseorang yang cerdas akan memahami bahwa ini tujuannya adalah untuk menciptakan kebingungan, mengalihkan perhatian publik, dan mengabaikan tanggung jawab mereka," kata Zhao, yang dirinya menyebut ada teori konspirasi tentara AS mungkin telah membawa virus tersebut ke Tiongkok. (AFP/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya