Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Gubernur New York Ogah Ikuti Perintah Trump

Haufan Hasyim Salengke
14/4/2020 22:33
Gubernur New York Ogah Ikuti Perintah Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(AFP)

GUBERNUR New York Andrew Cuomo pada Selasa (14/4) mengatakan, tidak akan mematuhi perintah yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membuka kembali kegiatan bisnis jika dilakukan dengan cara tidak tepat.

Selama ini, kegiatan bisnis di New York diperintahkan untuk ditutup selama wabah covid-19. "Jika dia memerintahkan saya untuk membuka kembali dengan cara yang akan membahayakan kesehatan masyarakat negara bagian saya, saya tidak akan melakukannya," kata Cuomo kepada CNN.

Baca juga:KBRI Paris Sudah Antisipasi Covid-19 dari Jauh Hari

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan Presiden Amerika Serikat memiliki otoritas total atas negara bagian dalam respons terhadap virus SARS-CoV-2. Sikap itu tidak didukung oleh Konstitusi dan langsung ditolak oleh para pakar hukum dan beberapa gubernur.

Sebagai informasi, 10 negara bagian AS sedang mengoordinasikan rencana secara terpisah dari Gedung Putih untuk membuka kembali bisnis yang ditutup akibat covid-19. Mereka bertanggung jawab atas sebagian besar ekonomi AS.

Pada Senin, tiga negara bagian di Pantai Barat AS yang dipimpin oleh Gubernur California Gavin Newsom dan tujuh di Pantai Timur yang dipimpin oleh Cuomo, mengatakan akan mengembangkan rencana regional yang terkoordinasi.

Dengan pengecualian Massachusetts, semua negara bagian tersebut dipimpin oleh gubernur Demokrat yang merupakan partai oposisi di Amerika Serikat.

Baca juga:Gawat, Stok APD Malaysia Hanya Cukup Dua Minggu

Secara kolektif ke-10 negara bagian itu menghasilkan 38,3% dari total output ekonomi AS pada kuartal keempat 2019. Hal tersebut menarik untuk dicermati seberapa besar ekonomi AS bergantung pada negara bagian yang paling padat penduduknya.

California dan New York, masing-masing negara bagian terbesar dan ketiga terbesar, menyumbang sekitar 23% dari total output ekonomi AS.

Resistensi dan koordinasi pengembangan rencana regional datang setelah Presiden Trump menyatakan keputusan tentang pembukaan kembali ekonomi terserah padanya. Gedung Putih sedang mempersiapkan rencananya sendiri yang diharapkan akan segera diumumkan.

Baca juga:Longgarkan Lockdown, Austria Buka Kembali Ribuan Toko

50 negara bagian AS menghasilkan US$21,4 triliun total output ekonomi pada 2019 dari industri yang sangat berbeda. (Straits Times/Hym/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya