Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Putin akan Turunkan Militer untuk Tangani Covid-19

Willy Haryono
14/4/2020 09:17
Putin akan Turunkan Militer untuk Tangani Covid-19
Presiden Rusia Vladimir Putin(AFP/Alexey DRUZHININ / SPUTNIK)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mewacanakan penggunaan kekuatan militer untuk membantu menangani pandemi virus korona (covid-19). Pernyataan disampaikan usai jumlah kasus covid-19 di Rusia melonjak tajam.

Dalam 24 jam terakhir, Rusia mencatat lonjakan infeksi harian sebesar 2.558. Tambahan data tersebut menjadikan total kasus covid-19 mencapai 18.328 hingga Selasa (14/4) pagi.

Berbicara kepada jajaran menteri via konferensi video, Putin mengatakan "semua kapabilitas" militer Rusia "dapat dan harus digunakan" untuk menangani covid-19.

"Kita semua melihat situasi di lapangan berubah cepat pada setiap harinya. Namun, sayangnya, perubahan itu tidak bergerak ke arah yang lebih baik," kata Putin.

Baca juga: Trump Putar Video Propaganda Saat Briefing Covid-19

"Jumlah orang sakit meningkat, termasuk mereka yang mengalami gejala-gejala parah dari penyakit (covid-19). Beberapa pekan ke depan merupakan momen krusial," lanjutnya dilansir dari BBC.

Putin menyebut beberapa negara di Eropa, termasuk Italia, yang telah menggunakan kekuatan militer dalam merespons pandemi covid-19.

"Kita perlu menggunakan pengalaman ini. Kapabilitas Kementerian Pertahanan Rusia, jika memang diperlukan, dapat dan sebaiknya digunakan saat ini," sebut Putin.

Saat ini, angka kematian akibat covid-19 di Rusia mencapai 148, terendah dari banyak negara Eropa seperti Italia, Spanyol, dan Prancis. Sementara pasien yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19 di Rusia berjumlah 1.470 orang.

Meski angka kematiannya relatif rendah, sejumlah pakar memperingatkan Rusia baru memasuki fase awal dari penyebaran covid-19.

Kebijakan penguncian wilayah (lockdown) telah diterapkan di Moskow dan beberapa kota lain. Warga Rusia diminta selalu berada di dalam rumah kecuali jika ada urusan mendesak seperti membeli makan atau berobat.

Moskow telah menghadirkan sebuah sistem perizinan elektronik bagi warga yang harus keluar rumah. Namun, sistem tersebut terganggu sejumlah isu teknis, yang dituding otoritas Moskow diakibatkan serangan siber.

Sementara itu, sejumlah dokter di Moskow mengingatkan bahwa rumah sakit di ibu kota Rusia itu sudah hampir mencapai kapasitas maksimal. Otoritas Moskow khawatir jika penyebaran covid-19 tidak segera ditekan, layanan kesehatan akan kewalahan menerima gelombang pasien covid-19. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya