Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN di banyak negara saat ini tengah berlomba-lomba melakukan riset dan mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit virus korona (covid-19). Salah satu riset tersebut berlangsung di Universitas Oxford.
Sarah Gilbert, profesor bidang vaksinologi di Universitas Oxford, mengatakan kepada The Times dirinya "80% yakin" vaksin covid-19 dapat tersedia pada musim gugur tahun ini.
Meski estimasi umum pengembangan vaksin berkisar 18 bulan, Gilbert dan timnya optimistis dapat menyuguhkan sebuah vaksin efektif untuk mengobati pasien covid-19 pada September mendatang.
Baca juga: Nigeria Perpanjang Lockdown Selama Dua Pekan
"Saya rasa peluangnya cukup besar karena kami pernah mengembangkan vaksin dengan tipe seperti ini," tutur Gilbert, dilansir dari laman Sputnik, Minggu (12/4).
"Ini bukan firasat, melainkan estimasi berdasarkan limpahan data yang terus kami terima pada setiap pekannya. Menurut pandangan pribadi saya, peluangnya sekitar 80%," lanjutnya.
Gilbert terus bekerja bersama timnya selama tujuh hari dalam sepekan demi mengembangkan vaksin mereka.
Kendati begitu, Gilbert mengaku tidak dapat berjanji vaksin yang dikembangkannya dapat efektif 100%.
"Tidak ada satu orang pun yang dapat menjanjikan hal tersebut," ungkapmnya.
Menurut laporan The Times, tim Gilbert sudah siap memulai menguji coba vaksin mereka kepada manusia dalam dua pekan ke depan.
Jika uji coba itu benar-benar terwujud, tim Gilbert akan menjadi yang terdepan dalam perlombaan menciptakan vaksin covid-19.
Pemerintah Inggris telah menyiratkan jika hasil uji coba vaksin itu menjanjikan, London bersedia menggelontorkan dana besar untuk mempercepat jalannya riset. (OL-1)
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved