Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Inggris, Senin (13/4), menegaskan tidak berencana mencabut lockdown dalam waktu dekat saat ancaman covid-19 masih tinggi. Lebih dari 11 ribu orang tewas akibat virus korona itu di 'Negeri Ratu Elizabeth' itu.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab yang menjadi penjabat Perdana Menteri menggantikan Boris Johnson yang tengah memulihkan diri dari covid-19 mengatakan ada sedikit tanda kemajuan dalam perang melawan virus korona.
Namun, dia memperingatkan, "Kita masih belum melewati puncak wabah ini."
Baca juga: Erdogan Kembali Perintahkan Lockdown Akhir Pekan di Turki
Pemerintah Inggris harus memutuskan selambatnya Kamis (16/4) apakah akan melanjutkan lockdown yang telah berlangsung selama tiga pekan.
"Kami kemungkinan tidak akan melakukan perubahan terhadap aturan lockdown. Itu tidak akan terjadi hingga kami yakin lockdown bisa dicabut dengan aman," ujar Raab.
Lockdown di Inggris dilakukan dengan menutup sekolah dan toko-toko serta memerintahkan semua orang untuk tinggal di rumah saja.
"Jika kami mencabut aturan itu saat ini, bisa terjadi gelombang kedua covid-19," ungkap Raab.
Kementerian Kesehatan Inggris, Senin (13/4), melaporkan 11.329 orang telah meninggal akibat covid-19. Angka itu naik 717 dibanding sehari sebelumnya. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved