Selasa 14 April 2020, 06:35 WIB

Belajar dari Kesuksesan Vietnam Lawan Korona

Belajar dari Kesuksesan Vietnam Lawan Korona

AFP

 

MESKIPUN berbatasan dengan Tiongkok, Vietnam sejauh ini terhindar dari kehancuran seperti yang terlihat di Eropa dan Amerika akibat pandemi virus korona (covid-19).

Dengan kasus virus korona hanya dalam ratusan, respons Vietnam terhadap krisis telah mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vietnam telah melakukan kombinasi dari tindakan awal yang menentukan pengujian covid-19 secara luas, karantina yang ketat, dan persatuan sosial.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (13/4), statistik resmi menunjukkan saat ini ada lebih dari 75.000 orang dalam karantina atau isolasi. Vietnam sejauh ini telah melakukan lebih dari 121.000 pengujian dan hanya 260 kasus yang dikonfirmasi.

Hingga sekarang, belum ada kematian yang terkait virus korona. Tingkat infeksi pun tetap jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan di Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan yang semuanya dipuji di media global atas tanggapan efektif mereka terhadap pandemi covid-19.

Perwakilan WHO untuk Vietnam, Kidong Park, percaya respons awal Vietnam terhadap krisis sangat penting. “Vietnam merespons wabah ini secara dini dan proaktif. Pelaksanaan penilaian risiko pertama dilakukan pada awal Januari, segera setelah kasus-kasus di Tiongkok mulai dilaporkan,” kata Park.

Negara, lanjut Park, dengan cepat membentuk Komite Pengarah Nasional untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di bawah naungan wakil perdana menteri yang ‘segera’ mengimplementasikan rencana tanggap nasional.


Lockdown nasional 

Vietnam memasuki karantina wilayah atau lockdown nasional pada 1 April meskipun jumlah kasus yang dikonfirmasi sedikit. Itu merupakan respons yang jauh lebih cepat dan lebih menentukan daripada di Inggris dan Italia yang baru menerapkan lockdown ketika jumlah kasus mencapai ribuan.

Di tempat lain, pemerintah memberlakukan lockdown untuk mengatasi wabah yang ada. Sementara itu, Vietnam melakukan lockdown untuk mencegah krisis nasional. Sekolah-sekolah di Vietnam telah ditutup sejak Januari dan karantina massal dimulai pada 16 Maret. Sejak itu, puluhan ribu orang yang berasal dari negara-negara yang paling terdampak telah dimasukkan ke karantina wajib di kampkamp bergaya militer. Pada 25 Maret, penerbangan internasional di Vietman berhenti sama sekali.

Belum ada pelonggaran yang terlihat dari pembatasan tersebut. Sebagian besar penerbangan domestik, kereta api, dan bus telah dihentikan. Siapa pun yang meninggalkan Hanoi, pusat penyebaran covid-19 di Vietnam, akan dikarantina saat tiba di hampir setiap provinsi lain.

Prosedur pelacakan kontak berlapis Vietnam juga terbukti penting dalam memerangi virus. “Lapisan pertama ialah isolasi dan perawatan di rumah sakit dari orang yang dikonfi rmasi memiliki virus atau orang-orang dengan gejala yang didugamemiliki virus,” kata Park.

Siapa pun yang telah melakukan kontak langsung dengan kasus yang dikonfirmasi akan menghadapi karantina wajib. Pada lapisan terakhir, masyarakat, jalan-jalan, atau bangunan yang mana kasuskasus telah dikonfirmasi, juga dikarantina. (SCMP/Nur Aivanni/I-1)

Baca Juga

Antaranews.com

Ada Varian Omicron, Israel Larang Masuk Pelancong dari Semua Negara

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 28 November 2021, 09:00 WIB
Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan bahwa larangan itu, sambil menunggu persetujuan pemerintah, akan berlangsung selama 14...
AFP/Ahmad Gharabli.

Penjara Israel Berikan Tentara Wanita Menarik untuk Tahanan Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:52 WIB
Ben Shitrit bersaksi di depan panel pemerintah mengenai kegagalan pihaknya yang menyebabkan pembobolan penjara oleh tahanan keamanan...
AFP

Thailand Larang Masuk Pelancong dari Delapan Negara Afrika

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:08 WIB
Pengumuman itu muncul saat sejumlah negara-negara di Asia memperketat perbatasan karena khawatir dengan varian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya