Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Israel Perketat Lockdown di Bnei Brak

Haufan Hasyim Salengke
05/4/2020 12:55
Israel Perketat Lockdown di Bnei Brak
Warga menyeberang jalan di Kota Bnei Brak, Israel.(AFP/JACK GUEZ)

PIHAK berwenang Israel, Minggu (5/4) pagi, bergerak memperketat penutupan wilayah (lockdown) di kota yang dilanda virus korona, Bnei Brak, memutus akses antara kota dan seluruh negara.

Pada saat yang sama, para pejabat dilaporkan mempertimbangkan langkah-langkah serupa untuk kota-kota lain yang telah menyaksikan wabah Covid-19, banyak dari mereka dengan populasi ultra-Ortodoks yang besar.

Mulai Minggu (5/4) pagi, pasukan polisi dan militer memblokade akses ke Route 481, sebuah arteri area metropolitan utama Tel Aviv yang melintasi kota berpenduduk sekitar 200.000 orang itu.

Jalan, yang juga dikenal sebagai Jalan Jabotinsky dan biasanya salah satu jalan raya paling padat di negara itu, ditutup antara Persimpangan Geha dan Persimpangan Ben Gurion di Ramat Gan.

Baca juga: Modi Minta Warga India Usir Covid-19 dengan Cahaya

Pejabat juga mengumumkan transportasi umum yang menuju atau keluar kota diputus, meskipun beberapa bus akan terus beroperasi di dalam kota.

Menteri Perhubungan Bezalel Smotrich mengatakan langkah itu diperintahkan oleh Penasehat Keamanan Nasional Meir Ben Shabbat untuk memberikan bantuan kepada penduduk dan mencegah mereka yang membawa patogen yang mematikan.

Pinggiran kota Tel Aviv itu dipandang sebagai pusat utama Covid-19. Ribuan lebih orang di kota itu diduga menderita penyakit sangat menular ini tetapi masih belum dites hingga sekarang.

Banyak komunitas ultra-Ortodoks awalnya menolak peraturan social distancing, yang menurut para pejabat telah menyebabkan tingginya tingkat infeksi dalam komunitas mereka.

Pada Jumat (3/4), unit polisi dan tentara mulai memberlakukan penguncian di kota, membatasi pergerakan orang masuk dan keluar dan memastikan penduduk tinggal di rumah untuk alasan apa pun kecuali kebutuhan penting.

Mayjen Roni Numa, bertugas mengelola respons terhadap krisis virus korona di kota mendesak peningkatan tes untuk warga. Ia percaya jumlah yang terinfeksi jauh lebih tinggi daripada sekitar 1.000 yang dilaporkan hingga saat ini.

"Jika (peningkatan pengujian) tidak dilakukan, ini akan menjadi krisis yang jauh lebih buruk," ujarnya.

Para pejabat yakin penduduk Bnei Brak menghindari tes agar tidak harus diisolasi selama liburan Paskah mendatang. (Times of Israel/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya