Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang Israel, Minggu (5/4) pagi, bergerak memperketat penutupan wilayah (lockdown) di kota yang dilanda virus korona, Bnei Brak, memutus akses antara kota dan seluruh negara.
Pada saat yang sama, para pejabat dilaporkan mempertimbangkan langkah-langkah serupa untuk kota-kota lain yang telah menyaksikan wabah Covid-19, banyak dari mereka dengan populasi ultra-Ortodoks yang besar.
Mulai Minggu (5/4) pagi, pasukan polisi dan militer memblokade akses ke Route 481, sebuah arteri area metropolitan utama Tel Aviv yang melintasi kota berpenduduk sekitar 200.000 orang itu.
Jalan, yang juga dikenal sebagai Jalan Jabotinsky dan biasanya salah satu jalan raya paling padat di negara itu, ditutup antara Persimpangan Geha dan Persimpangan Ben Gurion di Ramat Gan.
Baca juga: Modi Minta Warga India Usir Covid-19 dengan Cahaya
Pejabat juga mengumumkan transportasi umum yang menuju atau keluar kota diputus, meskipun beberapa bus akan terus beroperasi di dalam kota.
Menteri Perhubungan Bezalel Smotrich mengatakan langkah itu diperintahkan oleh Penasehat Keamanan Nasional Meir Ben Shabbat untuk memberikan bantuan kepada penduduk dan mencegah mereka yang membawa patogen yang mematikan.
Pinggiran kota Tel Aviv itu dipandang sebagai pusat utama Covid-19. Ribuan lebih orang di kota itu diduga menderita penyakit sangat menular ini tetapi masih belum dites hingga sekarang.
Banyak komunitas ultra-Ortodoks awalnya menolak peraturan social distancing, yang menurut para pejabat telah menyebabkan tingginya tingkat infeksi dalam komunitas mereka.
Pada Jumat (3/4), unit polisi dan tentara mulai memberlakukan penguncian di kota, membatasi pergerakan orang masuk dan keluar dan memastikan penduduk tinggal di rumah untuk alasan apa pun kecuali kebutuhan penting.
Mayjen Roni Numa, bertugas mengelola respons terhadap krisis virus korona di kota mendesak peningkatan tes untuk warga. Ia percaya jumlah yang terinfeksi jauh lebih tinggi daripada sekitar 1.000 yang dilaporkan hingga saat ini.
"Jika (peningkatan pengujian) tidak dilakukan, ini akan menjadi krisis yang jauh lebih buruk," ujarnya.
Para pejabat yakin penduduk Bnei Brak menghindari tes agar tidak harus diisolasi selama liburan Paskah mendatang. (Times of Israel/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved