Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKU tembak antara geng-geng narkoba yang bersaing telah menewaskan 19 orang di Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, kata para pejabat.
Kantor kejaksaan negara bagian, Sabtu (4/4), mengatakan 18 mayat, dua granat, kendaraan, dan senjata ditemukan di tempat bentrokan di dusun Chuchuichupa, Kota Madera.
Dua pria lainnya ditemukan bersenjata dan terluka di jalan tanah tempat konfrontasi terjadi Jumat (3/4) malam. Satu meninggal kemudian di rumah sakit dan yang lainnya ditahan.
Baca juga: Afghanistan Tangkap Pemimpin IS Aslam Farooqi
Polisi dan tentara telah dikirim untuk mengamankan daerah itu, tempat kelompok-kelompok yang bersekutu dengan kartel Sinaloa telah memerangi pihak yang bersekutu dengan kartel Juarez.
Pada November, sembilan warga berkewarganegaraan ganda AS-Meksiko dari sebuah komunitas Mormon disergap dan dibunuh tersangka geng narkoba di daerah sekitar 100 kilometer di utara bentrokan Jumat. Tidak jelas apakah kelompok yang sama yang terlibat dalam dua rangkaian pembunuhan.
Baku tembak terjadi ketika Meksiko mengalami laju pembunuhan di negara itu mencapai rekor baru bahkan ketika Covid-19 menyebar ke seluruh negara dan pihak berwenang mendesak penduduk untuk tinggal di rumah dan mempraktikkan social distancing.
Meksiko mencatat 2.585 kasus pembunuhan pada Maret--angka bulanan tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1997--menempatkan 2020 pada jalur untuk memecahkan rekor total tahun lalu untuk kasus pembunuhan.
Lonjakan pembunuhan terjadi ketika pejabat federal dan negara bagian mengerahkan sumber daya mereka untuk mengatasi krisis Covid-19 dan menghadapi prospek ekonomi yang sudah lesu bahkan semakin jatuh--berpotensi memperdalam kesengsaraan bagi lebih dari 40% populasi yang hidup dalam kemiskinan.
"Hal seperti ini biasa terjadi antarkartel narkoba dengan risiko eskalasi lebih lanjut, terutama jika pada titik tertentu angkatan bersenjata dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi," kata Falko Ernst, analis senior Meksiko di International Crisis Group. (The Guardian/OL-1)
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved