Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS Covid-19 di Negara Bagian New York, Amerika Serikat (AS) terus meningkat dengan angka yang mengkhawatirkan sehingga, pada Sabtu (4/4), pemerintah setempat meminta relawan untuk turun tangan membantu.
Negara bagian AS itu mencatatkan 3.565 kematian akibat virus korona. Namun, Gubernur New York Andrew Cuomo memperingatkan yang terburuk masih belum tiba.
Cuomo mengatakan angka infeksi Covid-19 di New York bisa mencapai puncaknya pada empat hingga 14 hari ke depan. Namun, dia memperingatkan bahwa rumah sakit di wilayahnya sama sekali tidak siap menghadapinya.
Baca juga: Disarankan Pakai Masker, Trump Ngotot tak Mau Pakai
"Sebagian dari diri saya ingin mengatakan, 'Ayo, berikan yang terburuk.' Namun, ada bagian dari saya yang mengatakan bagus bahwa saat ini bukan puncaknya karena kami sama sekali belum siap," aku Cuomo.
Sehari sebelumnya, angka kematian di New York akibat virus korona adalah 2.935. Penambahan 630 kematian merupakan yang tertinggi dalam 24 jam di negara bagian itu. (AFP/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved