Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Surat Cinta Keluarga Wibowo Bantu Mahasiswa di Azerbaijan

Dede Susianti
01/4/2020 13:06
Surat Cinta Keluarga Wibowo Bantu Mahasiswa di Azerbaijan
Penyerahan surat cinta dari keluarga Wibowo ke mahasiswa Indonesia di Azerbaijan(Dok Pribadi)

FAJAR dan istrinya, Lingling, adalah keluarga warga negara Indonesia yang berdomisili di Kota Baku, Azerbaijan, menyadari susahnya kehidupan perantau. Apalagi bagi para mahasiswa perantau di saat pandemi virus korona (covid-19) menyerang dunia. 

Sehingga, mereka pun membagikan surat cinta kepada sejumlah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kawasan itu. 

"Teruntuk adik-adik mahasiswa, mahasiswi... Semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat bagi semuanya. Bersama-sama kita saling menguatkan dan berdoa pada Allah. Semoga Allah menjaga kita semua. Semoga Allah mengangkat musibah ini dari muka bumi. Tetap sabar dan tawakal ya! Stay safe and stay healthy. Salam The Wibowo's," petikan surat tersebut seperti yang diterima Media Indonesia, Rabu (1/4). 

Surat cinta itu dimasukkan ke dalam amplop dengan sejumlah uang. "Mohon maaf tidak seberapa. Tapi kami harap yang sedikit itu bisa bermanfaat bagi teman-teman semua," ungkap Fajar.

Fajar paham betul dan tahu apa yang dirasakan mahasiswa saat ini. Kesulitan dan kecemasan. Mereka terdampak penutupan atau pembatasan wilayah akibat penyebaran covid-19.

Dia dan keluarga berharap apa yang dilakukannya itu mampu untuk menghibur dan menjadi pelipur lara. Semoga juga menjadi bahan bakar bagi mahasiswa untuk terus semangat dan tidak putus asa dalam menghadapi situasi saat ini.

"Ini murni tanda kasih dari kami pribadi. Karena kami tahu bagaimana rasanya hidup jauh di rantau, apalagi kondisi sedang seperti ini," tuturnya. 

Baca juga: Curhat Mahasiswa Asal Bogor di Azerbaijan di Kala Pandemi Korona 

Bagi mahasiswa, bantuan berupa donasi uang itu diibaratkan tetesan asa untuk menyambung hidup. Karena diakui mereka kondisi dimana mereka tinggal, di Baku tepatnya, sangat sulit.

"Ternyata, dalam situasi sulit di Azerbaijan, ada sosok The Wibowo's Family (mba Lingling dan pak Fajar) merasa peduli membantu mahasiswa untuk bertahan di masa karantina," tutur seorang mahasiswi yang punya nama panggilan Vreng, kepada Media Indonesia, Rabu (1/4) sekitar pukul 03.00 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan. 

Dia mengucap syukur karena dengan bantuan dari The Wibowo's Family. Karena, dia merasa tidak sendiri dalam menempuh hidup merantau. Merasakan ada keluarga yang menguatkan secara moril. Pun demikian secara materi, dirinya dan teman-temannya terbantu. Dari tanda kasih itu.

"Bersyukur ada sosok pribadi yang tau kesulitan mahasiswa. Untuk satu minggu bisa saya pas-pasin untuk makan. Alhamdulillah," ungkapnya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya