Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
FAJAR dan istrinya, Lingling, adalah keluarga warga negara Indonesia yang berdomisili di Kota Baku, Azerbaijan, menyadari susahnya kehidupan perantau. Apalagi bagi para mahasiswa perantau di saat pandemi virus korona (covid-19) menyerang dunia.
Sehingga, mereka pun membagikan surat cinta kepada sejumlah mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kawasan itu.
"Teruntuk adik-adik mahasiswa, mahasiswi... Semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat bagi semuanya. Bersama-sama kita saling menguatkan dan berdoa pada Allah. Semoga Allah menjaga kita semua. Semoga Allah mengangkat musibah ini dari muka bumi. Tetap sabar dan tawakal ya! Stay safe and stay healthy. Salam The Wibowo's," petikan surat tersebut seperti yang diterima Media Indonesia, Rabu (1/4).
Surat cinta itu dimasukkan ke dalam amplop dengan sejumlah uang. "Mohon maaf tidak seberapa. Tapi kami harap yang sedikit itu bisa bermanfaat bagi teman-teman semua," ungkap Fajar.
Fajar paham betul dan tahu apa yang dirasakan mahasiswa saat ini. Kesulitan dan kecemasan. Mereka terdampak penutupan atau pembatasan wilayah akibat penyebaran covid-19.
Dia dan keluarga berharap apa yang dilakukannya itu mampu untuk menghibur dan menjadi pelipur lara. Semoga juga menjadi bahan bakar bagi mahasiswa untuk terus semangat dan tidak putus asa dalam menghadapi situasi saat ini.
"Ini murni tanda kasih dari kami pribadi. Karena kami tahu bagaimana rasanya hidup jauh di rantau, apalagi kondisi sedang seperti ini," tuturnya.
Baca juga: Curhat Mahasiswa Asal Bogor di Azerbaijan di Kala Pandemi Korona
Bagi mahasiswa, bantuan berupa donasi uang itu diibaratkan tetesan asa untuk menyambung hidup. Karena diakui mereka kondisi dimana mereka tinggal, di Baku tepatnya, sangat sulit.
"Ternyata, dalam situasi sulit di Azerbaijan, ada sosok The Wibowo's Family (mba Lingling dan pak Fajar) merasa peduli membantu mahasiswa untuk bertahan di masa karantina," tutur seorang mahasiswi yang punya nama panggilan Vreng, kepada Media Indonesia, Rabu (1/4) sekitar pukul 03.00 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan.
Dia mengucap syukur karena dengan bantuan dari The Wibowo's Family. Karena, dia merasa tidak sendiri dalam menempuh hidup merantau. Merasakan ada keluarga yang menguatkan secara moril. Pun demikian secara materi, dirinya dan teman-temannya terbantu. Dari tanda kasih itu.
"Bersyukur ada sosok pribadi yang tau kesulitan mahasiswa. Untuk satu minggu bisa saya pas-pasin untuk makan. Alhamdulillah," ungkapnya. (X-15)
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved