Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban meninggal terkait virus korona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) mencapai 3.393 orang, Selasa (31/3), melebihi jumlah total kematian yang dilaporkan di Tiongkok.
Artinya, AS mencapai angka tertinggi ketiga di dunia di belakang Italia dan Spanyol.
Para pejabat kesehatan mendesak warga AS untuk mengikuti perintah tinggal di rumah dan langkah-langkah lain untuk menahan penyebaran virus, yang berasal dari Tiongkok pada Desember.
Baca juga: Trump Peringatkan AS Menuju Situasi Menyakitkan Melawan Covid-19
Jumlah orang di New York yang dites positif terkena virus korona meningkat lebih dari 9.000 dari sehari sebelumnya menjadi 75.795 orang, dengan kematian meningkat 27% menjadi 1.550 jiwa, kata Gubernur Andrew Cuomo, Selasa (31/3).
"Virus ini lebih kuat, lebih berbahaya dari yang kita perkirakan," kata Cuomo pada briefing berita harian. "Kita masih mendaki gunung, pertempuran utama ada di atas gunung."
Secara global, sekarang tercatat lebih dari 800 ribu kasus Covid-19 dan lebih dari 39 ribu kematian dilaporkan.
Italia melaporkan 11.591 kematian diikuti Spanyol pada 8.189 korban meninggal. (France24/OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved