Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN penganut agama Hindu menggelar pesta air kencing sapi di New Delhi untuk melindungi diri dari virus korona.
Anggota dan pendukung kelompok All India Hindu Mahasabha menggelar pesta api dan meminum segelas air kencing sapi untuk memerangi virus korona dalam sebuah pertemuan di New Delhi.
Banyak warga di India memandang sapi sebagai hewan suci dan selama beberapa tahun terakhir menyimpulkan bahwa air kencing sapi sebagai penangkal segala penyakit.
"Siapa pun yang meminum air kencing sapi akan sembuh dan terlindungi," ujar Hari Shankar Kumar, salah satu relawan dalam acara tersebut, saat menghidangkan air kencing itu dalam sebuah gelas tanah liat.
Pemerintah India dan ilmuwan mengatakan tidak ada obat atau vaksin yang bisa melindungi atau mengobati mereka yang terinfeksi virus yang telah menewaskan 5.400 orang dan menginfeksi hampir 150 ribu orang di berbagai penjuru dunia.
Baca juga: Semua Pendatang Internasional di Australia akan Dikarantina
Dua orang telah tewas dan lebih dari 80 orang terinfeksi virus korona di India.
Anggora kelompok All India Hindu Mahasabha yang mengenakan pakaian saffron menyanyikan lagu pujian Hindu dalam upacara itu.
"Kami telah berkumpul di sini dan akan berdoa untuk perdamaian dunia. Kami juga akan membuat persembahan agar (virus) korona tenang," ujar Chakrapani Maharaj, pemimpin kelompok itu, sebelum dia meminum air kencing sapi.
Dia kemudian menyiramkan segelas air kencing sapi itu kepada karikatur virus korona yang berbentuk iblis untuk 'menjinakannya'.
Dia mengajak warga India untuk meminum air kencing sapi untuk menangkal virus korona.
"Virus korona hanyalah bentuk bakteri dan air kencing sapi efektif memerangi semua bakteri yang bisa melukai koita semua," ujar Om Prakash, salah satu peserta upacara minum air kencing sapi itu. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved