Kamis 12 Maret 2020, 17:37 WIB

Dampak Virus Korona, Tiongkok Tutup Akses ke Gunung Everest

Nur Aivanni | Internasional
Dampak Virus Korona, Tiongkok Tutup Akses ke Gunung Everest

Phunjo LAMA / AFP
Sejumlah pendaki melintasi jalur menuju puncak Mount Everest dari jalur selatan di wilayah Nepal.

 

TIONGKOK telah menutup akses pendakian ke Gunung Everest karena virus korona. Hal itu disampaikan penyelenggara ekspedisi, pada Kamis (12/3), menjelang musim semi yang merupakan waktu terbaik untuk mendaki puncak tertinggi di dunia itu.

Dikutip dari AFP, Kamis (12/3), Lukas Furtenbach dari Furtenbach Adventures yang berbasis di Austria mengatakan pihak berwenang Tiongkok telah memberi tahu pihaknya bahwa gunung itu akan ditutup dari sisi utara. Furtenbach mengatakan bahwa ia akan memindahkan 11 kliennya ke Nepal.

Sisi Nepal tetap terbuka untuk saat ini meskipun beberapa operator ekspedisi telah melihat pembatalan dan pendaki diminta untuk menyerahkan riwayat perjalanan selama 14 hari dan laporan medis.

Daerah wisata di Tibet telah ditutup sejak Januari, menurut kantor pariwisata setempat. Alpenglow Expeditions telah membatalkan rencana pendakian Everest.

"Saya setuju dengan keputusan Tiongkok. Bertanggung jawab...Mendaki gunung saat ini tidak sebanding dengan risiko penularan di base camp, atau saat kembali ke rumah," kata Adrian Ballinger dari Alpenglow Expeditions dalam sebuah pernyataan, Rabu (11/3).

Beberapa perusahaan di Nepal juga melihat pembatalan. "Kami memiliki pemesanan dari 23 pendaki, tetapi dua kelompok telah membatalkannya. Kami mungkin hanya memiliki 8 hingga 10 pendaki tahun ini," kata Pasang Tenje Sherpa dari Pioneer Adventure.

Tim Nepal, yang khusus memperbaiki rute pendakian, saat ini sedang dalam perjalanan ke base camp untuk mulai memperbaiki tali di Everest.

Nepal sejauh ini hanya melihat satu kasus yang dikonfirmasi karena virus korona. Negara itu telah menangguhkan visa pada saat kedatangan bagi pengunjung dari delapan negara yang terkena dampak virus korona paling parah.

Gunung Everest menarik ratusan pendaki gunung dari seluruh dunia setiap musim semi. Musim semi menjadi waktu yang terbaik untuk mendaki Everest antara akhir April dan akhir Mei.

Tahun lalu, ada 885 orang mencapai puncak Everest, 644 di antaranya masuk dari Nepal dan 241 masuk dari sayap utara di Tibet. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout

Presiden Dorong G7 Investasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:10 WIB
Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat...
AFP/Mazen Mahdi.

Israel, Negara-Negara Arab Perdalam Kerja Sama Jelang Kunjungan Biden

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:42 WIB
Emir Qatar mengunjungi Kairo untuk pertama kali sejak kedua negara memulihkan hubungan menyusul keretakan yang dipimpin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya