Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK telah menutup akses pendakian ke Gunung Everest karena virus korona. Hal itu disampaikan penyelenggara ekspedisi, pada Kamis (12/3), menjelang musim semi yang merupakan waktu terbaik untuk mendaki puncak tertinggi di dunia itu.
Dikutip dari AFP, Kamis (12/3), Lukas Furtenbach dari Furtenbach Adventures yang berbasis di Austria mengatakan pihak berwenang Tiongkok telah memberi tahu pihaknya bahwa gunung itu akan ditutup dari sisi utara. Furtenbach mengatakan bahwa ia akan memindahkan 11 kliennya ke Nepal.
Sisi Nepal tetap terbuka untuk saat ini meskipun beberapa operator ekspedisi telah melihat pembatalan dan pendaki diminta untuk menyerahkan riwayat perjalanan selama 14 hari dan laporan medis.
Daerah wisata di Tibet telah ditutup sejak Januari, menurut kantor pariwisata setempat. Alpenglow Expeditions telah membatalkan rencana pendakian Everest.
"Saya setuju dengan keputusan Tiongkok. Bertanggung jawab...Mendaki gunung saat ini tidak sebanding dengan risiko penularan di base camp, atau saat kembali ke rumah," kata Adrian Ballinger dari Alpenglow Expeditions dalam sebuah pernyataan, Rabu (11/3).
Beberapa perusahaan di Nepal juga melihat pembatalan. "Kami memiliki pemesanan dari 23 pendaki, tetapi dua kelompok telah membatalkannya. Kami mungkin hanya memiliki 8 hingga 10 pendaki tahun ini," kata Pasang Tenje Sherpa dari Pioneer Adventure.
Tim Nepal, yang khusus memperbaiki rute pendakian, saat ini sedang dalam perjalanan ke base camp untuk mulai memperbaiki tali di Everest.
Nepal sejauh ini hanya melihat satu kasus yang dikonfirmasi karena virus korona. Negara itu telah menangguhkan visa pada saat kedatangan bagi pengunjung dari delapan negara yang terkena dampak virus korona paling parah.
Gunung Everest menarik ratusan pendaki gunung dari seluruh dunia setiap musim semi. Musim semi menjadi waktu yang terbaik untuk mendaki Everest antara akhir April dan akhir Mei.
Tahun lalu, ada 885 orang mencapai puncak Everest, 644 di antaranya masuk dari Nepal dan 241 masuk dari sayap utara di Tibet. (AFP/Nur/OL-09)
South China Morning Post (SCMP) akan menyelenggarakan forum bisnis internasional China Conference: Southeast Asia (CCA) 2026 di Jakarta pada 10-11 Februari 2026.
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Bandara-bandara di beberapa wilayah Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan setelah wabah virus Nipah di negara bagian India. Thailand, Nepal, dan Taiwan
Otoritas Nepal resmi menghapus sistem deposit sampah di Gunung Everest karena dinilai gagal. Kini, pendaki akan dikenakan biaya pembersihan non-refund.
Tujuh warga Italia hilang di Nepal setelah longsoran salju menerjang kawasan Dolma Khang di pegunungan Himalaya. Tiga pendaki lainnya telah dipastikan tewas.
Longsor salju menerjang kawasan pegunungan Himalaya di Nepal dan menewaskan tiga pendaki, termasuk warga Prancis. Empat lainnya masih hilang.
Banding Nepal itu diajukan setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk memperkuat timnas.
AKSI massa yang digerakkan generasi muda di Nepal berujung pada jatuhnya pemerintahan setelah gelombang protes berlangsung pekan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved