Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

RS Darurat di Tiongkok Ditutup Setelah Kasus Korona Turun

Willy Haryono
10/3/2020 06:49
RS Darurat di Tiongkok Ditutup Setelah Kasus Korona Turun
Seorang pekerja medis mengenakan pakaian pelindung berdiri di depan sebuah rumah sakit di Distrik Xuhui, Shanghai, Tiongkok.(AFP/Hector RETAMAL)

TIONGKOK telah menutup sebagian besar rumah sakit darurat yang dibangun khusus untuk merawat pasien virus korona covid-19. Penutupan dilakukan karena jumlah kasus baru covid-19 di seantero Tiongkok terus menurun selama beberapa pekan terakhir.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 40 kasus baru covid-19 pada Senin (9/3). Angka tersebut merupakan yang terendah sejak komisi mulai mencatat data penyakit tersebut pada Januari lalu.

Sebagian besar kasus baru covid-19 di Tiongkok hari ini berada di Hubei, provinsi tempat munculnya virus tersebut di akhir 2019.

Selain jumlah kasus, angka kematian terbaru akibat covid-19 di Tiongkok juga relatif rendah, yakni 22 orang.

Baca juga: WNI di Singapura Kembali Dinyatakan Positif Virus Korona

Tambahan data menjadikan total kematian pasien korona di Tiongkok mencapai 3.119, dengan jumlah kasus melampaui 80.700 di daratan utama 'Negeri Tirai Bambu'.

Semua kasus baru covid-19 di Hubei berada di ibu kotanya, yakni Wuhan. Di kota tersebut, hampir 31 ribu pasien telah dinyatakan sembuh dan diizinkan meninggalkan rumah sakit.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, sebelas dari 16 rumah sakit darurat di Wuhan sudah ditutup. Belasan 'rumah sakit dadakan' tersebut pada kenyataannya bukanlah fasilitas medis, melainkan gedung-gedung publik seperti stadion atau sekolah.

Dua rumah sakit darurat lainnya juga akan ditutup dalam waktu dekat. Xinhua menyebut, gelombang terakhir 61 pasien dari dua rumah sakit itu telah diizinkan pulang pada Minggu 8 Maret.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Tiongkok dalam menangani covid-19.

WHO juga mengonfirmasi adanya tren penurunan jumlah kasus dan kematian akibat korona di Tiongkok. WHO menyebut rata-rata angka kematian dari total kasus covid-19 hanya berkisar 2 hingga 5 persen.

Pekan kemarin, seorang pejabat senior Tiongkok menyiratkan bahwa penutupan total provinsi Hubei yang dilakukan sejak akhir Januari lalu dapat segera diakhiri.

Menurunnya jumlah kasus dan kematian di Tiongkok membenarkan pernyataan WHO bahwa covid-19 dapat dikendalikan jika langkah-langkah penanganannya tepat. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya