Kamis 05 Maret 2020, 23:02 WIB

Irak Laporkan Kematian Warganya Akibat Virus Korona

Nur Aivanni | Internasional
Irak Laporkan Kematian Warganya Akibat Virus Korona

AFP/Haidar Hamdani
Warga Irak yang baru kembali dari Iran mengenakan masker di Bandara Najaf

 

KEMENTERIAN Kesehatan Irak telah melaporkan dua kematian pertama yang dikonfirmasi terkait dengan penyakit virus korona baru.

Dikutip dari BBC, Kamis (5/3), seorang wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan seorang pria berusia 65 tahun yang menderita penyakit kronis meninggal pada Rabu (4/3) di Baghdad.

Ada juga laporan yang saling bertentangan tentang seorang ulama berusia 70 tahun yang meninggal di Sulaimaniya, di Wilayah Kurdistan.

Pejabat Kurdi mengatakan kematian tersebut karena Covid-19, tetapi Kementerian Kesehatan mengatakan itu tidak dikonfirmasi.

Dua kerabat ulama itu, yang berada di karantina sebelum kematiannya, telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19, menurut otoritas kesehatan Kurdi.

Sejauh ini, Irak telah melaporkan 34 kasus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebagian besar dari mereka terkait dengan negara tetangga, Iran yang telah melaporkan 107 orang tewas dan 3.513 lainnya terinfeksi virus korona Covid-19.

Baca juga : Antisipasi Korona, Korut Ancam Tembak yang Masuk Perbatasan

Ada kekhawatiran bahwa sistem kesehatan Irak tidak akan mampu menghadapi sebuah wabah besar, setelah bertahun-tahun perang, sanksi PBB, penelantaran, dan korupsi.

Seorang anggota komite kesehatan parlemen Irak mengatakan, rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan di negara itu sudah dilengkapi untuk menghadapi wabah.

Tetapi, WHO mengatakan bulan lalu bahwa infrastruktur medis Irak memiliki "beberapa celah signifikan" yang sedang berupaya untuk diatasi. Dokter telah melaporkan kekurangan pasokan, peralatan, dan staf.

PBB telah memperingatkan bahwa banyak yang tinggal di kamp-kamp di mana kondisi dan infrastruktur yang ketinggalan zaman, itu bisa membuat potensi Covid-19 menyebar dengan mudah.

Perbatasan Irak dengan Iran telah ditutup, dan warga Irak yang kembali dari Iran diharuskan menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit di Irak, pihak berwenang telah membatasi pertemuan di tempat-tempat umum dan menginstruksikan penutupan sekolah, universitas, bioskop dan kafe.

Beberapa kementerian, departemen, dan komite pemerintah juga menangguhkan pekerjaan. (BBC/OL-7)

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya