Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

WHO: Terlalu Dini untuk Prediksi Akhir dari Wabah Virus Korona

Nur Aivanni
13/2/2020 07:34
WHO: Terlalu Dini untuk Prediksi Akhir dari Wabah Virus Korona
Awak kabin maskapai penerbangan JAL mengenakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Los Angeles.(AFP/Daniel SLIM)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan terlalu dini untuk memprediksi akhir dari wabah virus korona meski ada penurunan yang nyata dalam jumlah kasus baru di Tiongkok.

"Wabah ini masih bisa mengarah ke segala arah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/2).

Sebelumnya, Tiongkok melaporkan angka harian terendah kasus virus korona baru, 2.015, selama dua minggu.

Virus korona telah merenggut nyawa lebih dari 1.100 orang dan menginfeksi 44.600 orang.

Baca juga: Xi Jinping Ingin Yakinkan Dunia Bisa Atasi Korona

Jumlah infeksi harian baru yang dilaporkan otoritas Tiongkok mencapai puncaknya pada minggu lalu, mendekati 4.000.

Pada Selasa (11/2), Ahli Epidemiologi Tiongkok Zhong Nanshan, mengatakan epidemi akan memuncak di Tiongkok pada bulan ini sebelum mereda.

Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan mengatakan pihaknya telah berhasil melacak sumber penularan semuanya kecuali delapan dari 441 kasus virus di luar Tiongkok.

Dia mengatakan stabilisasi yang nyata dalam jumlah kasus baru di Tiongkok dan penyebaran kasus yang lebih lambat di luar provinsi Hubei, itu meyakinkan.

"[Itu] sebagian besar berkat operasi kesehatan masyarakat yang sangat besar di Tionkok," katanya.

Namun, dia menambahkan, "Saya pikir ini terlalu dini untuk mencoba memprediksi awal, pertengahan atau akhir dari epidemi ini sekarang".

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan empat pengujian vaksin tengah didanai untuk pengembangan praklinis.

"Saya pikir kita akan menemukan vaksin (virus korona)," katanya. "Itu akan memakan waktu. Vaksin tidak bisa dibuat dalam semalam." (BBC/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya