Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MILISI Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap konvoi militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan pada Senin (23/12), yang menewaskan seorang tentara AS dan melukai beberapa lainnya.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Pasukan AS-Afghanistan, yang membenarkan bahwa satu anggota pasukannya tewas dalam pertempuran akibat serangan Taliban. Namun pihaknya tidak merilis informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap tentara AS tersebut, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa gerilyawannya melancarkan serangan tersebut sepanjang Minggu (22/12) malam. Ia mengatakan beberapa pasukan AS lainnya terluka, pun begitu halnya dengan sejumlah pasukan Afghanistan.
"Meledakkan kendaraan (tentara) AS di distrik Char Dara di Kunduz,” terang Mujahid dalam pesan singkatnya kepada AFP.
Provinsi Kunduz yang terletak di utara Afghanistan telah menjadi tempat serangan gerilyawan Taliban berulang kali dalam upayanya untuk merebut kota yang berbatasan Tajikiztan itu.
Insiden tersebut menambah deret panjang jumlah tentara AS yang tewas di negara yang beribukota Kabul tersebut, setidaknya 20 tentara AS tewas dalam serangan di Afghanistan tahun ini
Jumlah tersebut menjadikan 2019 sebagai tahun yang paling mematikan bagi pasukan AS sejak operasi tempur resmi selesai pada akhir 2014 lalu. Selain itu, jumlah tersebut mengindikasikan pula situasi keamanan yang sangat buruk dan terus berlanjut di sebagian besar Afghanistan.
Sekitar 2.400 tentara AS telah tewas di Afghanistan dalam kurun waktu 18 tahun sejak mereka dikerahkan pada Oktober 2001 lalu. Sekitar 13.000 tentara AS tetap berada di Afghanistan, dan Taliban menjadi ancaman berkelanjutan bagi pemerintah Afghanistan yang didukung Barat.
Adapun Presiden Donald Trump mengatakan ia bersepakat menarik ribuan pasukannya di Afghanistan, di bawah rancangan perjanjian perdamaian yang disepakati dengan Taliban. Namun kesepakatan tersebut tiba-tiba dibatalkan trump di menit terakhir setelah ledakan mematikan Taliban di ibu kota Kabul, yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 orang lainnya pada awal September. (OL-8)
Versi awal perjanjian AS-Taliban itu akan melihat pemerintah AS menarik ribuan tentara keluar dari Afghanistan dengan imbalan jaminan Taliban bahwa mereka akan menangani Al-Qaeda dan kelompok Islamic State (IS). Adapun negosiasi telah dimulai kembali di Doha, namun awal bulan ini kembali terjeda setelah adanya pemboman kembali di dekat pangkalan udara Bagram, di utara Kabul, Rabu (11/12) lalu. (afp/uca)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecam serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar. Kabul klaim lancarkan operasi balasan besar-besaran di perbatasan.
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved