Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN telah mulai memperkaya uranium di situs bawah tanah Fordow dalam pelanggaran terbaru dari perjanjian mereka dengan kekuatan utama. Hal itu dikonfirmasi pengawas nuklir PBB, Senin (11/11). Stok uranium yang diperkaya Teheran disebut terus bertumbuh.
Iran melanggar batas-batas kesepakatan tentang kegiatan nuklirnya satu demi satu dalam menanggapi keputusan Amerika Serikat (AS) yang menarik diri dari perjanjian nuklir tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan perdagangan minyak Iran.
Teheran menegaskan akan segera membatalkan pelanggaran itu jika sanksi dihapus.
Dalam kemungkinan pelanggarannya yang paling simbolis, Iran, pekan lalu, mengakui telah mulai memperbaiki uranium di Fordow, sebuah situs yang dibangun di dalam gunung yang tampaknya untuk melindungi diri dari setiap aksi pemboman udara. Lokasi itu disembunyikan Teheran dari para inspektur PBB hingga 2009.
Baca juga: Korut Tuding AS Hambat Perdamaian Semenanjung
Kesepakatan 2015 melarang pengayaan dan bahan nuklir di sana tetapi memungkinkan beberapa sentrifugal untuk tujuan penelitian.
Dalam laporan triwulanannya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengawasi kesepakatan itu mengatakan, "Sejak 9 November, Iran telah melakukan pengayaan uranium di situs itu."
Washington mengatakan kampanye ‘tekanan maksimum’ akan memaksa Iran menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas, mencakup program rudal balistik dan perannya dalam konflik Timur Tengah.
Iran menanggapi langkah Washington dengan mengatakan tidak akan bernegosiasi sampai sanksi dicabut. (Al Jazeera/OL-2)
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved