Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN ini panitia Nobel akan mengumumkan dua pemenang sekaligus untuk bidang sastra. Sebab, tahun lalu pemenang untuk kategori tersebut ditiadakan lantaran kasus skandal seksual yang melibatkan salah seorang orang dekat panitia.
Tahun ini, panitia tidak merilis daftar kandidat pemenang. Namun, beberapa spekulasi nama yang muncul menarik dicermati, seperti penulis Tiongkok, Can Xue, novelis Jepang, Haruki Murakami, pengarang Rusia Lyudmila Ulitskaya, serta novelis Amerika Serikat dan Kanada, Joyce Carol Oates dan Margaret Atwood. Selain mereka, beberapa nama juga dijagokan di situs rumah judi Unibet, seperti penyair Kanada Anne Carson, penulis Kenya Ngugi Wa Thiong'o dan Guadeloupean Maryse Conde dari Prancis. Siapa di antara nama-nama tersebut yang bakal diumumkan sebagai pemenang Nobel Sastra 2018 dan 2019, menarik ditunggu.
Namun, satu hal yang menjadi beban berat panitia tahun ini adalah membangun kembali kepercayaan publik terhadap reputasi Swedish Academy, lembaga penyelenggara acara ini, yang rusak akibat skandal perundungan seksual yang melibatkan orang dekat dewan juri pada tahun lalu. Apakah kursi-kursi bakal terisi di malam penganugerahan Kamis (10/1) nanti, itu yang masih menjadi tanda tanya. "Segalanya telah berubah dan kami kini menatap masa depan," ujar profesor kebudayaan Mats Malm yang kini mengambil alih posisi sekretaris pantia, kepada AFP. "Perlu banyak kerja keras, tapi kami yakin," imbuhnya.
Gonjang-ganjing di Swedish Academy bermula lantaran ulah Jean-Claude Arnault. Budayawan asal Perancis ini dekat Swedish Academy dan punya pengaruh di lingkaran elite institusi tersebut. Istri Arnault, Katarina Frostenson, adalah penyair sekaligus anggota Swedish Academy. Mereka mengelola Forum, pusat kebudayaan di Stockholm yang rutin memperoleh pendanaan dari Swedish Academy.
Arnault, 71, dituduh telah melakukan perundungan seksual terhadap 18 perempuan selama menjalani karier di dunia seni. Deretan korban Arnault banyak yang sudah buka mulut. Novelis Gabriella Hakansson, misalnya, mengatakan bahwa Arnault melecehkannya pada 2007. Seniman Anna-Karin Bylund mengalami hal serupa pada 1996. Kemudian pada 2006, pewaris tahta Swedia, Putri Victoria, dikabarkan turut jadi sasaran kecabulan Arnault. Arnault telah didakwa di meja hijau, meski bersikukuh tak bersalah.
Mantan penerbit Svante Weyler mengatakan, panitia mesti bekerja keras mengembalikan reputasi mereka, setelah beberapa kontroversi yang terjadi di ajang ini, termasuk skandal Arnault. "Perlu memilih pemenang secara bijak," ujarnya. Dia berharap panitia akan berusaha keras untuk menghindari kontroversi, dan mungkin melibatkan satu penulis yang sangat dihormati di kalangan sastra dan satu dengan daya tarik yang lebih luas.
Kontroversi sempat merebak pada ajang Nobel 1974, ketika dua anggota panitia dianugerahi penghargaan ini yakni Harry Martinsson and Eyvind Johnson. Pada 2016, Nobel Sastra juga sempat heboh karena pemenangnya diberikan kepada penyanyi dan pencipta lagu, Bob Dylan. (A-2)
James Watson, ilmuwan Amerika peraih Nobel yang menemukan struktur DNA, meninggal pada usia 97 tahun.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk melahirkan generasi unggul Indonesia yang berdaya saing global di bidang sains dan teknologi.
Terpilihnya BPJS Kesehatan masuk dalam nominasi Nobel Peace Prize 2025 disebut merupakan capaian yang luar biasa dan bisa menjadi contoh negara lain.
Ketiga ilmuwan itu menciptakan struktur molekuler MOF yang tersusun dari ion logam yang terhubung dengan molekul organik berbasis karbon untuk membentuk kristal dengan rongga besar.
“Jadi dalam sains, duplikasi yang dimaksud bisa bekerja pada topik yang sama namun dengan sudut pandang yang berbeda,”
Penghargaan tersebut diumumkan di Institut Nobel Norwegia di Oslo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved