Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN orang, Minggu (29/9) waktu setempat, mengantre di Paris untuk mengucapkan salam perpisahan kepada mantan Presiden Prancis Jacques Chirac yang dikenang sebagai tokoh besar karismatik dalam politik domestik dan internasional.
Sebuah antrean besar mengitari kompleks Invalides untuk memberi penghormatan di peti jenazah Chirac menjelang hari berkabung nasional, Senin (30/9). Upacara peringatan diharapkan akan dihadiri puluhan pemimpin dunia.
Kepergian Chirac pada Kamis (26/9) lalu di usia 86 tahun memicu banjir belasungkawa kepada seorang pria dengan karier politik panjang hingga menjabat presiden sejak 1995-2007.
Tetapi kepergiannya juga memicu pertanyaan tentang seberapa banyak capaian selama masa jabatannya yang panjang. Sekali lagi ini menjadi sorotan atas korupsi pada waktu ia menjabat sebagai wali kota Paris.
Baca juga: Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac Wafat
Namun, sebuah jajak pendapat di surat kabar Le Journal du Dimanche menunjukkan rakyat Prancis menganggapnya sebagai presiden terbaik mereka di era modern, bersama Charles de Gaulle.
Sebuah prosesi layanan doa multiagama diadakan di sekitar peti jenazah di Katedral Saint-Louis-des-Invalides di kompleks monumen peringatan Invalides dengan keluarga dekat, termasuk putri Chirac, Claude.
Istrinya yang mendampinginya selama enam dekade, Bernadette, 86, tidak dapat hadir dalam prosesi itu.
Para anggota masyarakat kemudian diizinkan masuk untuk melihat peti jenazah, terbungkus bendera Prancis dan diapit gambar Chirac.
Ribuan orang berbaris dalam antrean yang mengelilingi kompleks Invalides, tempat Napoleon Bonaparte dimakamkan, hampir satu kilometer, menghadapi cuaca hujan dan prospek penantian panjang.
"Selamat jalan Presiden, kami sudah merindukanmu," kata-kata di satu plakat yang diusung kerumunan.
"Chirac mewakili era tertentu," kata Marin Menzin, 21. "Jika dia melihat antrean hari ini, dia akan melompat ke kerumunan untuk berjabat tangan."
Hari berkabung nasional di Prancis pada Senin (30/9) akan diisi salah satunya dengan mengheningkan cipta selama satu menit di semua lembaga publik dan sekolah.
Peti jenazah Chirac akan meninggalkan Invalides pukul 09.00 waktu setempat, di bawah pengawalan militer melalui jalan-jalan Paris, sebelum tiba di gereja Saint-Sulpice untuk layanan peringatan terakhir yang dihadiri Presiden Emmanuel Macron.
Elysee mengatakan sekitar 30 kepala negara dan pemerintahan diperkirakan akan hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.
Mantan pemimpin yang bekerja erat dengan Chirac, terutama termasuk mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder, juga akan berada di sana. (AFP/OL-2)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved