Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG akademisi asal Australia ditangkap dan ditahan di Tiongkok atas tuduhan espionase. Kabar itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Selasa (27/8).
Disitat dari laman AFP, Yang Hengjun telah ditahan di Beijing tanpa dakwaan apa pun sejak beberapa bulan terakhir.
Payne mengatakan penulis dan juga cendekiawan itu baru secara resmi ditahan otoritas Tiongkok pada 23 Agustus lalu.
"Kami sangat khawatir mengenai kesehatan Dr Yang dan juga kondisi tempat dia ditahan," ucap Payne.
Sementara dari laporan media Guardian, Yang disebut telah ditahan di Tiongkok sejak Januari lalu usai ditangkap di Guangzhou. Saat ini, dia ditahan di pusat detensi milik Kementerian Keamanan Nasional Tiongkok di Beijing.
Pengacara Yang, Rob Stary, mengonfirmasi kliennya didakwa satu pasal espionase oleh pemerintah Tiongkok meski detail dakwaannya tidak disebutkan.
Baca juga: Polisi Hong Kong Mengaku Terpaksa Gunakan Meriam Air
Belum diketahui apakah dakwaannya ini terkait dengan pekerjaan Yang sebagai penulis, blogger, atau aktivis demokrasi.
Stary mengaku khawatir karena kliennya telah didakwa pasal yang berpotensi berujung hukuman mati.
Dalam hukum di Tiongkok, tuduhan espionase dapat berujung hukuman dari hanya tiga tahun penjara hingga vonis mati.
Yang, seorang warga naturalisasi Australia sejak 2002, sempat ditahan di bawah sistem "pengawasan residensial di lokasi tertentu."
Melalui sistem tersebut, otoritas terkait dapat menolak kehadiran pengacara atau bahkan keluarga dari terdakwa.
Sebelum dinaturalisasi, Yang adalah mantan diplomat untuk Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Setelah karier di Kemenlu Tiongkok, ia bekerja di sektor swasta di Hong Kong dan pindah ke Amerika Serikat lalu Australia. (Medcom/OL-2)
Albanese menyebutkan keterlibatan "positif" dia dengan Malaysia, pemasok minyak penting bagi Australia, serta dengan kawasan ASEAN yang lebih luas.
Australia dilanda krisis BBM parah akibat konflik Timur Tengah. Lebih dari 500 SPBU kering, warga panic buying, dan harga solar melonjak tajam.
Simak kronologi lengkap krisis BBM Australia 2026. Dari blokade Selat Hormuz hingga aksi panic buying yang menguras stok 500 SPBU nasional.
Lonjakan permintaan yang dipicu aksi panic buying membuat distribusi terganggu.
Pemerintah Australia resmi melarang pemegang paspor Iran masuk untuk tujuan wisata dan kerja. Kebijakan ini dipicu risiko lonjakan permohonan suaka akibat konflik.
Enam pemain dan satu anggota staf pendukung kemudian menerima tawaran suaka di Australia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved