Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai, selain potensi kerja sama budaya dan pendidikan, kerja sama di bidang sains antara Indonesia dan Suriname juga perlu diperdalam, terutama sains yang mengarah kepada lingkungan alam.
Menurut Ferdi, sapaan akrab Ferdiansyah, ada sejumlah kesamaan kondisi geografis antarkedua negara, salah satunya memiliki hutan tropis.
“Siapa tahu ada temuan-temuan baru yang bisa didapatkan di Suriname. Yaitu tentang jenis-jenis tanaman, jenis-jenis biota yang mungkin tidak ada di Indonesia. Ini kan suatu penemuan yang baik kalau bisa dilakukan kerja sama dalam dunia pendidikan,” jelas Ferdi saat mengikuti Kunjungan Muhibah DPR RI ke Suriname, di Paramaribo, Selasa (20/8).
Ferdi menambahkan, potensi kerja sama kedua negara bisa ditindaklanjuti dengan diawali kerja sama bidang sejarah dan budaya, dan pendidikan.
Selain itu, menurutnya hasil kunjungan Delegasi DPR RI ke Suriname ini harus dan perlu disikapi Parlemen. Persahabatan Suriname dan Indonesia dimulai melalui sejarah dan budaya.
“Kebetulan juga dalam konteks sejarah dan budaya itu bisa lebih cepat dilakukan melalui budaya yang terkandung ataupun yang ada di Indonesia serta juga di antaranya bisa melakukan kerja sama yaitu memberikan pelatihan-pelatihan, serta sarana alat musik dari Indonesia di antaranya seperti gamelan dan lain sebagainya,'' kata Ferdi.
Untuk bidang pendidikan, politikus Partai Golkar itu meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Suriname Dr Lillian Ferrier untuk melaksanakan program pertukaran pemuda, pelajar, dan dosen Indonesia dan Suriname. Program tersebut dapat turut mengembangkan sains dan teknologi bagi kedua negara.
Saat pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Suriname Yldiz Pollack-Beighle juga menginginkan adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Paramaribo, Suriname. Namun Wakil Ketua DPR RI Utut menyatakan harapan tersebut kemungkinan sulit diwujudkan.
“Karena memang jaraknya jauh dan pasarnya juga mungkin masih kecil. Tapi yang jelas mereka ingin yang konkret dan dalam waktu dekat kita juga sudah berkoordinasi dengan Duta Besar,” urai Utut.
Utut menambahkan dalam pertemuan juga terungkap keinginan masyarakat Suriname untuk mempelajari gamelan dan bahasa Indonesia.
''Ini kan juga harus kita deliver (wujudkan) dan juga kalau kita kembalikan kepada konsep Presiden kita, yang menginginkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) adalah ujung tombak marketing kita di mancanegara, jadi ini saya rasa pas saja,” apresiasi Utut.
Di akhir wawancaranya, Utut menyarankan Duta Besar Indonesia untuk Suriname Julang Pujianto untuk membuat himpunan persahabatan Indonesia-Suriname.
''Jadi selain hubungan antara goverment, people to people juga berjalan rasanya itu lebih cepat,” harap politikus dari PDI-Perjuangan tersebut. (OL-09)
Bintang kehormatan Nishan-e-Pakistan merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Pakistan kepada para pemimpin asing yang dinilai berjasa besar bagi Pakistan.
Ramaphosa bakal menyoroti komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, pariwisata, dan pertahanan.
Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono untuk membahas kerja sama bilateral yang sedang berlangsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste Jess Dutton.
Thai Trade Center Jakarta, di bawah naungan Department of International Trade Promotion (DITP) Ministry of Commerce Thailand resmi membuka acara Thailand Week 2025 di Jakarta.
Darmawan Utomo mengapresiasi sejumlah kesepakatan penting yang dicapai Menteri Luar Negeri Republik Belarus selama kunjungannya di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved