Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua tentara angkatan laut Amerika Serikat (AS) ditangkap karena menyelundupkan imigran asal Meksiko, yang tidak memiliki dokumen. Sejumlah imigran dibawa kedua marinir masuk ke wilayah AS dengan imbalan uang.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Byron Darnell Law II dan David Javier Salazar-Quintero ditangkap di kawasan perbatasan Meksiko di Jacumba, California, pada 3 Juli 2019. Kedua marinir didakwa mengangkut tiga imigran tanpa dokumen, sekitar 10 kilometer (km) dari perbatasan.
Tiga warga negara Meksiko yang duduk di belakang kendaraan marinir, rela membayar uang sebesar US$ 8.000 agar bisa diselundupkan ke AS. Namun, belum jelas kepada siapa mereka membayar uang tersebut.
Kedua marinir yang ditempatkan di Camp Pandleton dekat San Diego, dituduh sengaja membawa para imigran ke AS, dengan motif keuntungan finansial pribadi.
Dalam agenda persidangan, para terdakwa saling menuding satu sama lain yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Law menyebut Salazar mendapat arahan ke lokasi penjemputan melalui sambungan telepon. Di lain sisi, Salazar mengklaim Law yang membuatnya terlibat dalam penyelundupan. Salazar mengatakan dirinya telah melakukan empat perjalanan penyelundupan ke Jacumba.
The Washington Post melaporkan Law dan Salazar resmi didakwa pada 8 Juli kemarin. Sementara itu, kantor jaksa agung enggan memberikan tanggapan kepada AFP saat dikonfirmasi. "Kami terus berkoordinasi dalam proses investigasi kasus ini," ujar juru bicara Marinir AS, Letnan Cameron Edinburgh, kepada Marine Corps Times.
Ini bukan kasus pertama keterlibatan anggota militer AS dalam penyelundupan imigran ke wilayah AS. Kasus serupa pernah terjadi pada 2014, 2017 dan 2018. Patroli Perbatasan AS menangkap hampir 700 ribu orang yang berupaya melintasi perbatasan AS secara ilegal, periode Oktober 2018 hingga Juni 2019. Jumlah tersebut 140% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(AFP/OL-09)
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved