Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ujian Sarjana Muda Prancis Dilanda Kasus Kebocoran

(AFP/Tes/I-1)
05/7/2019 05:20
 Ujian Sarjana Muda Prancis Dilanda Kasus Kebocoran
KEBOCORAN SOAL UJIAN: Para siswa sekolah menengah tengah mengerjakan soal ujian kelulusan sarjana muda(AFP/FREDERICK FLORIN)

SISWA sekolah menengah Prancis sedang cemas menanti hasil ujian pekan ini. Kecemasan semakin meningkat di tengah protes guru yang mengancam tidak menyerahkan hasil ujian dan kebocoran kertas ujian matematika sarjana muda yang sangat memalukan.

Petugas kepolisian menangkap 19 pelajar sekolah menengah di Marseille dan Paris, sebagai upaya penyelidikan terhadap kasus kebocoran kertas ujian matematika. Sebuah pelanggaran yang dilakukan ribuan siswa, dengan membagikan bocoran soal ujian melalui pesan teks dan Whatsapp pada Juni lalu.

Tujuh siswa telah dibebaskan, sedangkan 12 orang lainnya masih ditahan dan menghadapi dakwaan kasus penipuan ujian. Kantor Kejaksaan Prancis menyatakan tindakan itu melanggar kepercayaan dan kental konspirasi.

Sejauh ini, Otoritas Prancis memutuskan tidak membatalkan ujian yang dihadiri sekitar setengah dari 740 ribu siswa yang menyelesaikan sarjana muda tahun ini. Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer, menghadapi krisis lain yang disebabkan penilai di sejumlah daerah karena mengancam tidak mengembalikan kertas ujian. Tujuannya ialah menentang reformasi ujian akhir sekolah yang terkenal sejak 2021. Hasil ujian akan ditetapkan pada Jumat waktu setempat.

"Saya harus mengakui ada sedikit risiko, tetapi kami melakukan apa pun untuk memastikan hal itu tidak terjadi," ujar Blanquer kepada stasiun televisi Prancis, BFM.

Pemerintah dikatakannya mengeluarkan ancaman pemangkasan gaji pengajar hingga dua pekan. Kelompok Block Blanquer menyatakan aksi mogok berdampak pada 108 ribu dari 4 juta makalah ujian yang harus diperiksa. Para guru yang melancarkan protes berupaya meyakinkan pemerintah untuk membuka kembali negosiasi mengenai perbaikan sarjana muda Prancis pada 2021.

Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan orang turun ke jalan utama di Prancis. Sebagian menempati ruang kelas semalam, sedangkan yang lainnya berpakaian hitam selama aksi protes terhadap ujian.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji merombak sistem sarjana muda. Dalam kampanye pemilihan presiden pada 2017, Macron mengaku gagal mempersiapkan generasi muda secara memadai untuk memasuki universitas dan pasar kerja modern.

Sarjana muda terkenal rumit, berdasarkan struktur yang dibuat pada kepemimpinan Napoleon (1808), termasuk filosofi pemutar-otak seperti 'apakah kita selalu paham apa yang diinginkan?'.

Ini bukan kali pertama Prancis bergulat dengan kebocoran kertas ujian. Empat siswa dijatuhi hukuman percobaan tahun lalu, setelah kebocoran ujian matematika di forum internet pada 2011. (AFP/Tes/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya