Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH 30 imigran asal Venezuela dinyatakan hilang, setelah kapal cepat yang ditumpangi, tenggelam dalam perjalanan menuju Curacao.
Hal itu diungkapkan seorang anggota parlemen oposisi, Luis Stefanelli, pada Selasa (11/6) waktu setempat. Kapal cepat berangkat dari Desa Aguide di Falcon, negara bagian Venezula, pada Jumat lalu. Adapun jumlah penumpang diperkirakan 30-35 orang.
"Tidak ada yang menghubungi keluarga imigran. Itu membuat kami takut akan kemungkinan terburuk," ujar Stefanelli.
Sejauh ini, otoritas berwenang belum memberikan tanggapan mengenai insiden tersebut. Seorang penjaga pantai di Pulau Karibia menemukan jasad seorang pria, yang mengenakan jaket penyelamat di sekitar Teluk Bullenbaai, Curacao. Namun, masih belum jelas apakah pria tersebut merupakan salah satu penumpang kapal cepat.
Ini merupakan kasus ketiga kapal pembawa imigran yang tenggelam. Sejak bulan lalu, total 80 orang imigran dinyatakan hilang. Dua kapal sebelumnya bertujuan ke Trinidad dan Tobago.
Baca juga: Paus Sebut Ketakukan pada Imigran Membuat jadi Sinting
Anggota parlemen oposisi lainnya, Robert Alcala, mengatakan sekitar 29 orang ada dalam peristiwa tenggelamnya kapal pada 19 Mei lalu. Kecelakaan terjadi dalam perjalanan menuju Trinidad dan Tobago, dari barat laut Venezuela. Selain itu, Alcala melaporkan sebuah kapal yang membawa 33 orang imigran juga tenggelam pada 25 April. Hanya 9 orang imigran berhasil diselamatkan.
"Mereka (para imigran) adalah orang-orang yang putus asa, sehingga rela menjual seluruh barang. Mereka pergi tanpa membawa apapun," tukas Stefanelli kepada AFP.
Berdasarkan penuturan keluarga korban, setiap imigran membayar US$400 untuk melintas. Padahal, upah minimum di Venezuela hanya berkisar US$6,50 per bulan akibat hiperinflasi. Negara Amerika Latin mengalami krisis ekonomi dan politik berkepanjangan. Rakyat Venezuela menderita karena kekurangan suplai bahan pokok, seperti makanan dan obat-obatan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan seperempat dari 30 juta penduduk Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan. Pekan lalu, PBB menyebut lebih dari 3,3 juta orang telah meninggalkan Venezuela dalam tiga tahun terakhir. Di lain sisi, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menuding PBB sengaja menggembungkan data yang dirilis.(AFP/OL-5)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved