Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUASA militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengatakan militer telah memutuskan untuk membatalkan kesepakatan dengan para pengunjuk rasa. Dia menyerukan untuk diadakan pemilihan dalam waktu sembilan bulan.
"Dewan militer memutuskan hal-hal berikut, membatalkan apa yang disepakati dan menghentikan negosiasi dengan Aliansi Kebebasan dan Perubahan, dan menyerukan pemilihan umum dalam waktu tidak lebih dari sembilan bulan," kata Burhan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman AFP, Selasa, 4 Juni 2019.
Burhan mengatakan pemilihan itu akan berlangsung di bawah pengawasan regional dan internasional. Penyataan ini keluar setelah perundingan dengan Aliansi Kebebasan dan Perubahan gagal.
Dewan Militer Transisi menggulingkan Presiden Omar al-Bashir pada April lalu, usai protes terhadap pemerintahannya yang otoriter terjadi selama beberapa bulan. Mereka menyetujui periode transisi tiga tahun untuk memindahkan kekuasaan ke pemerintahan sipil.
Namun, ribuan orang tetap berkemah di luar markas militer dan menyerukan para jenderal menyerahkan kekuasaan. Hingga pada Ahad kemarin, pasukan keamanan menggunakan kekuatan untuk membubarkan aksi duduk mereka.
Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk pembubaran aksi duduk tersebut. Kritik internasional juga mencuat usai media-media internasional memberitakan mengenai serangan pasukan keamanan di Ibu Kota Khartoum.
Dewan Keamanan PBB akan bertemu secara tertutup pada hari ini untuk membahas mengenai Sudan. Inggris dan Jerman yang meminta perundingan.(Medcom.id)
TINGKAT kemiskinan di Sudan meningkat tajam dari 21% menjadi 71% akibat konflik bersenjata. Kondisi ini menyebabkan sekitar 23 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan.
Militer Sudan akan menumpas kelompok pemberontak Rapid Support Forces (RSF) dan memastikan keamanan perbatasan negara.
Pemerintah Sudan akan membahas usulan gencatan senjata dari AS di tengah konflik militer-RSF yang menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan.
Lebih dari 400 orang dilaporkan tewas akibat serangan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di wilayah El-Fasher, Darfur, menurut PBB yang mengutip sumber-sumber kredibel.
MESIR meminta warganya untuk segera meninggalkan Sudan dan menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu dalam keadaan apa pun.
Suara ledakan terdenar ketika tentara menargetkan pangkalan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat dengan artileri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved