Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK berusaha tenang menghadapi ancaman tarif yang lebih tinggi dari Amerika Serikat (AS). Negeri Tirai Bambu disebut memiliki kepercayaan tinggi untuk menjalani pembicaraan perdagangan dengan mitranya.
Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terkait penaikan tarif atas komoditas Tiongkok senilai US$200 miliar pekan ini, pemerintah Tiongkok mengaku lebih tenang karena sudah pernah menghadapi ancaman serupa sebelumnya. Hal itu dilaporkan surat kabar People's Daily.
"Tiongkok mempunyai keyakinan penuh dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, yang mungkin terjadi di tengah negosiasi perdagangan Tiongkok-AS. Itu sebabnya Tiongkok selalu bisa mempertahankan ketenangannya," bunyi komentar dalam laporan harian resmi Partai Komunis.
Laporan itu diterbitkan dengan nama pena Zhong Sheng yang artinya Suara Tiongkok. Seringkali digunakan untuk memberikan pandangan surat kabar mengenai masalah kebijakan luar negeri. Dalam ulasan terpisah, kantor berita Xinhua menyebut pendekatan AS sangat disesalkan. Konsultasi merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan sengketa dagang bilateral.
"Menyoroti perang dagang Tiongkok-AS, pemerintah Tiongkok sebenarnya enggan berperang. Akan tetapi, tidak takut berperang jika diperlukan," isi laporan Xinhua.
Baca juga: Trump Ancam Tiongkok, Rupiah Melemah
Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok Liu He akan mengunjungi Washington dengan agenda melanjutkan pembicaraan perdagangan pekan ini. Pemerintah Tiongkokberupaya mengamankan kesepakatan untuk menghindari kenaikan tarif lebih tinggi sebagaimana ancaman Trump.
Di sisi lain, pejabat pemerintahan AS menuding Tiongkok telah mengingkari komitmen yang dibuat selama berbulan-bulan negosiasi. Padahal, perundingan yang berjalan memiliki tujuan mengakhiri konflik dagang.
Beijing berulang kali menekankan segera melakukan perubahan dengan memperluas akses pasar seturut waktunya. Namun, respons tersebut tidak mampu meredam perselisihan perdagangan.(Channelnewsasia/OL-5)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andini merupakan perempuan kelahiran Indonesia yang memutuskan untuk meniti karier di Amerika Serikat.
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved