Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Notre-Dame akan Dibangun Lebih Indah

(AFP/Yan/I-1)
18/4/2019 05:00
 Notre-Dame akan Dibangun Lebih Indah
Presiden Emmanuel Macron bersumpah untuk membangun kembali Katedral Notre-Dame de Paris dalam waktu lima tahun(. (Photo by ludovic MARIN / AFP))

PRESIDEN Emmanuel Macron telah berjanji untuk membangun kembali Notre-Dame, bahkan menjadi lebih indah. Dia menjanjikan itu akan terwujud dalam waktu lima tahun.

Macron menyampaikan janjinya itu saat semua katedral Prancis akan membunyikan bel mereka pada Rabu (17/4) untuk menandai 48 jam sejak kebakaran Notre-Dame dimulai.

Nyala api pada Senin (15/4) memusnahkan landmark besar Paris, menghancurkan atap, menyebabkan menaranya runtuh, dan membuat Prancis bersedih.

Macron mengumumkan skala waktu yang cepat untuk restorasi. Padahal, ini sebuah proses yang menurut beberapa ahli akan memakan waktu puluhan tahun.

Janji senilai sekitar total 700 juta euro telah dibuat para miliarder dan bisnis Prancis untuk memulihkan karya agung gotik itu.

Sejumlah artefak dan lukisan yang tidak diketahui telah hilang dan organ utama yang hampir terdiri dari 8.000 pipa juga mengalami kerusakan.

Namun, dinding katedral, menara lonceng, dan jendela kaca patri paling terkenal sebagai objek wisata Prancis yang paling banyak dikunjungi, tetap utuh.

Ayam jago tembaga yang berada di puncak menara ditemukan Selasa (16/4) di puing-puing atap yang runtuh, agak rusak tetapi tampaknya dapat digunakan kembali.

Pengumuman Macron tentang jangka waktu pemulihan lima tahun menunjukkan ia ingin rekonstruksi selesai pada saat Paris menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2024.

"Kami akan membangun kembali katedral lebih indah dan saya ingin itu selesai dalam waktu lima tahun," katanya saat pidato di istana kepresidenan. "Kita bisa melakukannya."

Macron mengatakan kebakaran dramatis telah mengeluarkan yang terbaik dari sebuah negara yang dipenuhi perpecahan dan sejak November oleh protes keras yang terkadang menentang pemerintahannya.

"Itu telah menunjukkan bahwa sejarah kita tidak pernah berhenti dan bahwa kita akan selalu dilanda cobaan untuk diatasi," tambahnya.

Polisi mencurigai operasi mengganti puncak kepala menara mungkin memicu bencana. Polisi telah berbicara dengan sekitar 30 orang dari lima perusahaan konstruksi yang berbeda. (AFP/Yan/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya