Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Penyebab Kebakaran Notre Dame Mulai Diselidiki

Tesa Oktiana Surbakti
16/4/2019 19:10
Penyebab Kebakaran Notre Dame Mulai Diselidiki
Kebakaran Notre Dame(AFP)

TIM penyelidik berupaya mengidentifikasi sumber kebakaran yang menghancurkan katedral Notre Dame di Paris. Para pejabat gereja juga mulai memeriksa dampak kerusakan dari peristiwa yang menggemparkan dunia.

Berbagai sumbangan dan tawaran bantuan terus mengalir kepada negara yang tengah berduka. Dampak kerusakan mulai terlihat setelah upaya pemadaman hingga 15 jam.

Baca juga: Penyebar Video Teror Masjid Selandia Baru Dapat Ancaman

"Sepanjang malam saya melihat banyak orang menangis di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa ini membuat kekacauan, tetapi kita tidak boleh ikut hancur," ujar Philippe Marsset, jenderal vikaris Notre-Dame.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dia langsung mendatangi lokasi kejadian bersama sang istri.

"Kami segera membangun kembali Notre-Dame, sebagaimana harapan warga Prancis," ujar Macron kepada wartawan.

Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran harus berjuang sepanjang malam, untuk mengendalikan kobaran api. Setidaknya kebarakan berhasil dipadamkan pada Selasa pagi waktu setempat.

"Sekarang kami fokus melakukan investigasi," kata juru bicara dinas pemadam kebakaran, Gabriel Plus.

French Heritage Foundation berhasil menghimpun sumbangan publik untuk membantu pemulihan simbol sejarah dan budaya Prancis. Miliarder asal Prancis, Bernard Arnault, dan konglomerat perusahaan LVWH, akan memberikan bantuan sebesar 200 juta euro. Adapun, perusahaan Kering memberikan sumbangan 100 juta euro.

"Kami mempunyai segala sumber daya untuk membangun kembali (Notre-Dame) agar segera pulih, persis seperti bangunan awal," jelas Menteri Kebudayaan Prancis, Franck Riester, seraya menambahkan pemerintah berupaya menggalang bantuan.

Ribuan warga Paris dan wisatawan menyaksikan peristiwa mengerikan dengan pilu. Mereka tidak kuat melihat kobaran api menghanguskan bangunan bersejarah. Sejauh ini, belum diketahui berapa banyak harta bersejarah yang terdampak kebakaran.

Api menghancurkan dua pertiga atap warisan dunia UNESCO, yang berusia 850 tahun. Puncak menara yang spektakuler runtuh, ketika kobaran api dan asap hitam pekat mengepul tinggi. Setelah api berhasil dijinakkan, fokus perhatian diharapkan beralih ke sumber kebakaran. Apalagi peristiwa itu terjadi di tengah proses renovasi menara katedral yang rusak akibat terpapar polusi dan perubahan cuaca.

Baca juga: Militer AS Bunuh Pemimpin IS di Somalia

Petugas mulai mewawancarai sejumlah saksi. Dugaan awal kasus kebakaran ini disebabkan api yang muncul tanpa sengaja, bukan pembakaran. Kendati demikian, proyek renovasi bisa disalahkan. Mengingat, kebakaran bermula dari area atap katedral. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka dalam proses pemadaman.

"Kita dapat memastikan stuktur utama Notre-Dame berhasil diselamatkan. Berikut dua menara lonceng," ujar kepala dinas pemadam kebakaran Paris, Jean-Claude Gallet. Akan tetapi, Kementerian Kebudayaan Prancis mengingatkan struktur bangunan masih belum stabil. Pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar dampak kerusakan. (AFP/Tes)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya