Selasa 16 April 2019, 18:00 WIB

Penyebar Video Teror Masjid Selandia Baru Dapat Ancaman

Denny Parasaulian Sinaga | Internasional
Penyebar Video Teror Masjid Selandia Baru Dapat Ancaman

AFP
Polisi bersenjata berdiri di luar Pengadilan Distrik Christchurch di Christchurch pada 5 April 2019 sebagai tersangka pria bersenjata, Brent

 

ENAM orang terdakwa kasus penyebaran video penembakan dua masjid di Selandia Baru, Maret lalu, mendapat ancaman pembunuhan. Video tersebut didapat langsung oleh pelaku penembangan Brenton Tarrant, 28, yang merekam langsung aksi brutalnya saat menembaki puluhan jemaah salat Jumat dan menyiarkan langsung melalui Facebook.

Rekaman itu lantas disebarkan kembali secara luas ke seluruh dunia oleh warganet. Hingga saat ini, otoritas Selandia Baru menahan enam orang terkait penyebaran video tersebut. Mereka pun kembali dibawa ke pengadilan pada Senin (15/4).

Jaksa penuntut Pip Currie, seperti dikutip dari Christchurch Court News, melaporkan, ancaman pembunuhan ditujukan kepada beberapa terdakwa. Sejauh ini pengadilan merahasiakan lima dari enam nama terdakwa.

Baca juga: NU Kecam Aksi Teror di Masjid Selandia Baru

Hakim Stephen O'Driscoll membebaskan tiga terdakwa dengan jaminan, namun perintah penangkapan kembali tetap diberlakukan. O'Driscoll juga memperingatkan kepada siapa pun yang melakukan main hakim sendiri terhadap para terdakwa.

"Akan lebih bijaksana untuk membiarkan proses pengadilan berjalan tanpa campur tangan pihak luar, siapa pun yang mendukung mereka ke pengadilan, atau siapa pun yang ingin menuntut keadilan pada mereka," kata O'Driscoll.

Salah seorang terdakwa merupakan remaja berusia 18 tahun. Dia juga memiliki foto salah satu masjid dengan tulisan "target didapat".(AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More