Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperbarui ancaman untuk menutup perbatasan AS-Meksiko yang vital. Pemimpin Negeri Paman Sam mengklaim Meksiko tidak melakukan upaya untuk menghambat aliran imigran ilegal yang masuk AS.
"Perbatasan Selatan sebaiknya ditutup!" cicit Trump dalam akun Twitter-nya, Kamis (28/3) pagi waktu setempat.
"Meksiko tidak berbuat apa-apa untuk membantu menghentikan gelombang imigran ilegal ke negara kita. Mereka hanya berbicara dan tidak bertindak," imbuhnya.
"Begitu juga Honduras, Guatemala dan El Salvador, yang mengambil keuntungan selama bertahun-tahun. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka seakan tidak peduli, dan membiarkan aturan yang buruk," lanjut Trump menumpahkan kekesalan.
Baca juga: Militer AS Perpanjang Misi di Perbatasan Meksiko Hingga September
Trump sebelumnya pernah menggaungkan ancaman serupa. Termasuk pada awal penutupan sebagian pemerintah federal AS (shutdown) yang menjadi terlama sepanjang sejarah. Dia bahkan bersumpah menutup seluruh perbatasan, jika Kongres AS tidak menyetujui anggaran miliaran dolar untuk pembangunan proyek tembok perbatasan.
Anggota parlemen AS menolak usulan Trump. Tidak terima, Trump mendeklarasikan darurat nasional untuk memangkas prosedur Kongres AS. Dia berupaya mencairkan anggaran demi memenuhi janji kampanye pemilihan umum (pemilu) presiden pada 2016.
Langkah Trump menuai kecaman dari Partai Demokrat dan sesama anggota Partai Republik yang memperingatkan penyalahgunaan kekuasaan presiden dan menimbulkan preseden berbahaya. Meski gelombang imigran di perbatasan terus meningkat, kekhawatiran terhadap nasib imigran mengemuka dalam satu dekade terakhir.(AFP/OL-5)
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved