Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU ekonomi kreatif dari 7 perusahaan startup Indonesia yang saat ini berpartisipasi dalam “South by South West Festival (SXSW) 2019”.
Mereka memperkenalkan produk-produk kreatifnya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Austin, Texas di ajang forum bisnis bertajuk “The Power of Indonesian Creative Economy: Austin Chapter” sejak tanggal 8 Maret 2019 lalu.
Forum bisnis ekonomi kreatif ini diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI Houston bekerja sama dengan Badan Kreatif Ekonomi dan Austin Chamber of Commerce.
Salah satu produk ekonomi kreatif unggulan Indonesia yang ditampilkan ialah mesin TeleCTG yang merupakan versi portable dari alat Cardiotocography (CTG) untuk melihat kondisi bayi guna menekan resiko kematian ibu dan bayinya saat proses kandungan dan melahirkan.
Beberapa produk ekonomi kreatif unggulan lainnya adalah Ars, Decoding, MTarget, Nodeflux, Noore Sport Hijab, Knok Percussion, dan Hello Dangdut. Ars adalah aplikasi desain produk yang memungkinkan pengguna mewujudkan desain dari nol.
Decoding adalah aplikasi pemasaran produk lokal Indonesia ke pasar global. Alat marketing digital Mtarget yang kini menjadi solusi bagi UKM di Indonesia dan ASEAN. Nodeflux, menyediakan software analisis intelijen yang dapat mendeteksi wajah, plat nomor, dan jenis kendaraan.
Noore, membawa hijab modern yang cocok untuk wanita aktif dan telah digunakan oleh atlet Asian Games 2018 untuk cabang olahraga taekwondo, pencak silat, skateboard, handball, dan sport climbing.
Knok Percussion memukau dengan alat music Cajon yang menjawab kebutuhan musisi modern masa kini, dan mesin music box mini Hello Dangdut untuk mempromosikan musik dangdut Indonesia.
Baca juga: Regulasi Startup Harus Jelas
Produk-produk unggulan ekonomi kreatif Indonesia tersebut menarik perhatian lebih dari 100 orang pelaku ekonomi kreatif dan calon investor di Austin yang menghadiri forum bisnis tersebut.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Houston, Nana Yuliana, menyampaikan, Pemerintah Amerika sangat apresiasi dan kagum dengan para penemu teknologi dari Indonesia dengan berbagai inovasi yang dilakukan.
“KJRI Houston dan saya pribadi sangat mengapresiasi anak-anak muda yang kreatif yang mampu menciptakan produk inovatif Indonesia. Saya berharap forum bisnis ini bermanfaat dalam memfasilitasi pertemuan dengan investor di Austin. Kota Austin ini sering disebut sebagai silicon hills di mana banyak pengusaha IT dan venture technology capitalist,” ujarnya, seperti dilansir keterangan resmi, Selasa (12/3).
Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik dalam paparannya menjelaskan tentang perkembangan pesat dan keistimewaan produk-produk kreatif ekonomi Indonesia. Saat ini Amerika Serikat adalah pengimpor terbesar produk-produk ekonomi kreatif Indonesia.
Keikutsertaan Bekraf pada SXSW tahun ini merupakan yang ke tiga kalinya dan diharapkan dapat memperluas pemasaran produk produk ekonomi kreatif Indonesia.
Perusahaan start-up Indonesia ini masih akan berada di Austin pada 10-13 April 2019 untuk mengikuti pameran South by South West (SXSW) 2019 di bawah bendera Archipelageek bersama Badan Kreatif Ekonomi (BEKRAF) RI.
Selain mereka, Dhira Bongs, musisi muda Indonesia genre “Explorative Pop” juga akan tampil di panggung The Townsend, Austin, pada 12 Maret 2019. (OL-3)
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved