Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK kali pertama di dunia, wahana penjelajah Chang'e-4 milik China berhasil mendarat di Aitken Basin yaitu sisi terjauh Bulan yang dipenuhi pegunungan dan jurang-jurang pada Kamis (3/1).
Belum pernah ada wahana penjelajah yang mampu mendarat di tempat itu sebelumnya karena kendala teknis dan medan yang sulit. China sendiri telah mempersiapkannya selama bertahun-tahun karena China berambisi menjadi negara adidaya dalam penjelajahan luar angkasa.
Diluncurkan pada Desember dari wilayah Xichang, Chang'e-4 setelah mendarat di Bulan lalu mengirim foto ke satelit Queqiao.
Chang'e-4 membawa enam alat eksperimen dari China dan empat dari negara lain, termasuk alat studi astronomi dengan frekuensi radio. Eksperimen lainnya terkait uji radiasi dan mineral.
Beijing berencana meluncurkan wahana penjelajah lain, Chang'e-5, untuk mengumpulkan contoh dan membawanya ke Bumi di akhir 2019.
Kendala medan
Bulan sendiri dalam berotasi kepada Bumi selalu "terkunci" sehingga permukaannya yang sama akan selalu menghadap ke Bumi. Tidak seperti sisinya yang dekat dan memiliki banyak permukaan datar, sisi Bulan yang jauh lebih bergunung-gunung.
Gambar pertama dari sisi terjauh Bulan baru berhasil direkam oleh Uni Soviet pada tahun 1959. Namun untuk mencapainya terdapat sejumlah tantangan. Pertama, tidaknya adanya "garis tangkap yang langsung" untuk sinyal komunikasi dari Bumi ke wahana penjelajah. Sebagai solusi, China meluncurkan satelit Queqiao ke orbit Bulan pada Mei lalu sebagai sarana perantara.
Tantangan kedua yaitu perbedaan suhu yang ekstrem antara malam dan siang di Bulan. Saat malam, suhu bisa turun sampai minus 173 derajat Celsius sedangkan di siang hari naik menjadi 127 Celsius. Peralatan di wahana Chang'e-4 harus mampu menahan perbedaan suhu itu. (X-11)
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
CADANGAN emas bawah laut terbesar di Asia ditemukan oleh pihak Tiongkok di lepas pantai Laizhou, sebuah kota pesisir di Yantai, Provinsi Shandong.
PEMERINTAH Tiongkok menemukan cadangan emas bawah laut di lepas pantai Laizhou, wilayah Yantai, Provinsi Shandong.Temuan emas bawah laut itu telah mendorong total cadangan emas mereka.
TIONGKOK mencatat tonggak baru dalam eksplorasi sumber daya alam setelah menemukan cadangan emas bawah laut pertama sekaligus terbesar di Asia.
TIONGKOK mengumumkan penemuan deposit emas pertama di bawah laut. Temuan ini disebut sebagai deposit emas bawah laut terbesar di Asia
Teddy menjelaskan dalam acara parade yang digelar hari ini, hadir 26 pemimpin setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan dari berbagai penjuru dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved