Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Belanda Kembalikan Lagi 3 Benda Bersejarah ke Indonesia

Akmal Fauzi
04/4/2026 17:29
Belanda Kembalikan Lagi 3 Benda Bersejarah ke Indonesia
Belanda Kembalikan Lagi 3 Benda Bersejarah ke Indonesia(Istimewa)

PEMERINTAH Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an milik pahlawan nasional Teuku Umar.

Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili, bersama Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung.

1. Arca Siwa

Berdasarkan rilis Komite Penasihat untuk Koleksi Kolonial Belanda, arca Siwa setinggi 123 cm berasal dari Candi Kidal, dekat Malang, Jawa Timur. Indonesia mengajukan klaim atas benda ini pada September 2023.

Dalam proses restitusi disebutkan, “Metadata yang terkait dengan objek harus ditempatkan di bawah penguasaan Republik Indonesia.”

2. Prasasti Damalung

Prasasti Damalung, yang juga dikenal sebagai Prasasti Ngaduman, ditemukan di lereng utara Gunung Merbabu, yang kini masuk wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Prasasti bertahun 1371 Saka (1449/1450 M) ini terbuat dari batu trakit. Klaim atas benda ini juga diajukan Indonesia pada September 2023.

3. Mushaf Al-Qur’an Teuku Umar

Mushaf Al-Qur’an milik Teuku Umar telah diklaim Indonesia sejak 2022. Naskah suci tersebut dirampas oleh tentara Belanda saat penyerbuan ke kediaman Teuku Umar di Lampisang pada 23–25 Mei 1896.

Hasil penelitian asal-usul (provenance research) menunjukkan, “Dalam serangan itu, rumahnya dijarah dan dihancurkan oleh tentara KNIL, kemudian dibakar.”

Sumber-sumber kolonial menyebutkan sedikitnya empat mushaf Al-Qur’an dijarah dari rumah tersebut pada Mei 1896.

Latar Belakang Upaya Repatriasi

Upaya repatriasi ini diawali melalui penelitian asal-usul yang dilakukan bersama antara tim Commissie Koloniale Collecties dari Belanda dan para pakar Indonesia dari Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda.

Tim Indonesia dipimpin oleh I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai ketua dan Bonnie Triyana sebagai sekretaris. Penelitian ini kemudian dilanjutkan oleh Tim Repatriasi Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengembalian Cagar Budaya yang dipimpin Ismunandar.

Kerja sama serupa sebelumnya telah menghasilkan repatriasi 472 benda bersejarah pada Juli 2023 dan 288 benda lainnya pada September 2024.
Ketiga benda yang baru dikembalikan ini akan disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan dari kedua negara.

Dengan pengembalian ini, yang menjadi kali keempat, Belanda terus menjalankan kebijakan restitusi atas koleksi kolonialnya. Sebelumnya, pada September 2025, koleksi Dubois dari Naturalis Biodiversity Center telah dikembalikan, disusul empat mahakarya lainnya termasuk penutup kepala tengkorak pada Desember 2025. Proses pengembalian koleksi selanjutnya masih terus berlangsung.

(P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya